Virus Corona
Menteri Kesehatan: Jangan Takut Dites Covid-19 dan Dilacak
Jangan sampai ketika terkonfirmasi positif saat masuk rumah sakit, sudah terlambat sehingga tidak tertolong.
TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat jangan malu atau takut mengikuti tes atau tracing Covid-19.
Jangan sampai ketika terkonfirmasi positif saat masuk rumah sakit, sudah terlambat sehingga tidak tertolong.
"Oleh karena itu tolong kepada masyarakat kalau misalkan ada yang kena virus jangan takut dites, jangan takut dilacak."
"Siapa saja yang pernah bertemu kemudian yang bersangkutan dites, kalau sudah ketemu lalu dirawat baik, diisolasi terpusat maupun di rumah sakit Insyaallah sembuh," ucapnya saat kunjungan kerja ke Kulonprogo pada akhir pekan lalu.
Ia mengatakan, testing dan tracing merupakan bagian penting sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19.
"Kalau misalnya ada yang sakit keluarganya dikumpulkan dan dilaporkan ke Puskesmas."
"Itulah bagian dari testing atau pelacakan supaya bisa dites. Insyaallah harusnya lebih dari 95% akan sembuh, yang penting cepat dites," pesan Budi.
Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 306.760 orang per 22 Agustus 2021, dan sebanyak 126.372 orang meninggal.
Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 21 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:
DKI JAKARTA
Jumlah Kasus: 845.237 (21.3%)
JAWA BARAT
Jumlah Kasus: 667.911 (16.8%)
JAWA TENGAH
Jumlah Kasus: 461.357 (11.6%)
JAWA TIMUR
Jumlah Kasus: 371.088 (9.4%)
KALIMANTAN TIMUR
Jumlah Kasus: 145.112 (3.7%)
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Jumlah Kasus: 143.825 (3.6%)
BANTEN
Jumlah Kasus: 126.693 (3.2%)
RIAU
Jumlah Kasus: 119.000 (3.0%)
BALI
Jumlah Kasus: 101.557 (2.6%)
SULAWESI SELATAN
Jumlah Kasus: 101.027 (2.5%)
SUMATERA UTARA
Jumlah Kasus: 88.070 (2.2%)
SUMATERA BARAT
Jumlah Kasus: 83.951 (2.1%)
KALIMANTAN SELATAN
Jumlah Kasus: 62.516 (1.6%)
NUSA TENGGARA TIMUR
Jumlah Kasus: 56.391 (1.4%)
SUMATERA SELATAN
Jumlah Kasus: 56.350 (1.4%)
KEPULAUAN RIAU
Jumlah Kasus: 51.296 (1.3%)
LAMPUNG
Jumlah Kasus: 44.461 (1.1%)
KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
Jumlah Kasus: 44.080 (1.1%)
KALIMANTAN TENGAH
Jumlah Kasus: 41.600 (1.0%)
SULAWESI TENGAH
Jumlah Kasus: 38.892 (1.0%)
KALIMANTAN BARAT
Jumlah Kasus: 33.638 (0.8%)
PAPUA
Jumlah Kasus: 31.216 (0.8%)
SULAWESI UTARA
Jumlah Kasus: 30.840 (0.8%)
KALIMANTAN UTARA
Jumlah Kasus: 29.891 (0.8%)
ACEH
Jumlah Kasus: 29.743 (0.7%)
JAMBI
Jumlah Kasus: 26.731 (0.7%)
NUSA TENGGARA BARAT
Jumlah Kasus: 24.406 (0.6%)
BENGKULU
Jumlah Kasus: 21.872 (0.6%)
PAPUA BARAT
Jumlah Kasus: 21.829 (0.6%)
SULAWESI TENGGARA
Jumlah Kasus: 19.122 (0.5%)
MALUKU
Jumlah Kasus: 14.205 (0.4%)
MALUKU UTARA
Jumlah Kasus: 11.379 (0.3%)
SULAWESI BARAT
Jumlah Kasus: 11.043 (0.3%)
GORONTALO
Jumlah Kasus: 10.727 (0.3%). (Rina Ayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Ketua-Satgas-PEN-Budi-Gunadi-Sadikin.jpg)