Kamis, 28 Mei 2026

Virus Corona

Menteri Kesehatan: Jangan Takut Dites Covid-19 dan Dilacak

Jangan sampai ketika terkonfirmasi positif saat masuk rumah sakit, sudah terlambat sehingga tidak tertolong.

Tayang:
Editor: Yaspen Martinus
Dok Satgas PEN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat jangan malu atau takut mengikuti tes atau tracing Covid-19. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat jangan malu atau takut mengikuti tes atau tracing Covid-19.

Jangan sampai ketika terkonfirmasi positif saat masuk rumah sakit, sudah terlambat sehingga tidak tertolong.

"Oleh karena itu tolong kepada masyarakat kalau misalkan ada yang kena virus jangan takut dites, jangan takut dilacak."

"Siapa saja yang pernah bertemu kemudian yang bersangkutan dites, kalau sudah ketemu lalu dirawat baik, diisolasi terpusat maupun di rumah sakit Insyaallah sembuh," ucapnya saat kunjungan kerja ke Kulonprogo pada akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, testing dan tracing merupakan bagian penting sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19.

"Kalau misalnya ada yang sakit keluarganya dikumpulkan dan dilaporkan ke Puskesmas."

"Itulah bagian dari testing atau pelacakan supaya bisa dites. Insyaallah harusnya lebih dari 95% akan sembuh, yang penting cepat dites," pesan Budi.

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia kini sebanyak 306.760 orang per 22 Agustus 2021, dan sebanyak 126.372 orang meninggal.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 21 Agustus 2021, dikutip Wartakotalive dari laman Covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 845.237 (21.3%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 667.911 (16.8%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 461.357 (11.6%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 371.088 (9.4%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 145.112 (3.7%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 143.825 (3.6%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 126.693 (3.2%)

RIAU

Jumlah Kasus: 119.000 (3.0%)

BALI

Jumlah Kasus: 101.557 (2.6%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 101.027 (2.5%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 88.070 (2.2%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 83.951 (2.1%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 62.516 (1.6%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 56.391 (1.4%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 56.350 (1.4%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 51.296 (1.3%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 44.461 (1.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 44.080 (1.1%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 41.600 (1.0%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 38.892 (1.0%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 33.638 (0.8%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 31.216 (0.8%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 30.840 (0.8%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 29.891 (0.8%)

ACEH

Jumlah Kasus: 29.743 (0.7%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 26.731 (0.7%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 24.406 (0.6%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 21.872 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 21.829 (0.6%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 19.122 (0.5%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 14.205 (0.4%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 11.379 (0.3%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 11.043 (0.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 10.727 (0.3%). (Rina Ayu)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved