Breaking News:

Kesehatan

Plt Sekda Banten Muhtarom: Pemprov Banten Berkomitmen Cegah Stunting

Banten berkomitmen dalam penurunan dan pencegahan stunting atau gagal tumbuh sehingga tinggi badan di bawah rata-rata

UCLG Aspac
Ilustrasi stunting. Prevalensi stunting di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pada kisaran 14 persen hingga 38 persen. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen dalam penurunan dan pencegahan stunting atau gagal tumbuh sehingga tinggi badan di bawah rata-rata.

Komitmen itu dikemukakan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Banten Muhtarom.

Menurut dia, dari tahun ke tahun, stunting di Provinsi Banten mengalami penurunan.

"Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, orang per orang atau keluarga," kata Muhtarom, Minggu (5/9/2021).

Baca juga: Hasil Asesmen Kemenkes, Kota Tangerang Masuk PPKM Level 2 Begini Aturan Terbarunya

Baca juga: Garuda Indonesia dan Siloam Hospitals Hadirkan Promo Tes PCR dan Antigen Senilai 1 Rupiah

Muhtarom menambahkan, Gubernur Banten Wahidin Halim dan Wakil Gubernur Andika Hazrumy berkomitmen tinggi terhadap penurunan dan pengurangan stunting.

Hal itu tertuang dalam visi dan misinya dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten.

Selanjutnya dipertegas dalam peraturan gubernur serta disinkronkan dengan program kementerian.

“Pemprov Banten berkomitmen bagaimana generasi mendatang menjadi generasi yang kuat. Dari tahun ke tahun, stunting di Provinsi Banten turun,” ucap Plt Sekda Banten Muhtarom.

Baca juga: Polresta Tangerang dan Satgas Covid-19 Gelar Patroli Skala Besar di Tempat Kerumunan

Baca juga: Warga Geruduk Kantor PMI Kota Tangsel untuk Donor Darah dan Plasma Konvalesen

Prevalensi stunting di Kabupaten/Kota di Provinsi Banten pada kisaran 14 persen hingga 38 persen.

Untuk Provinsi Banten prevalensi stunting ada dikisaran 23,4 persen lebih baik dibanding rata-rata nasional di angka 27,7 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hari Nur Cahya Murni mengatakan, RPJM Nasional menargetkan pada tahun 2024 prevalensi stunting Nasional turun menjadi 14 persen.

Saat ini prevalensi stunting Indonesia secara global berada di posisi 108 dari 132 negara.

Penyebab stunting antara lain masalah asupan gizi dan status kesehatan.

Provinsi Banten saat ini berada pada posisi 9 Nasional atau di angka 24,11 persen.

“Pada tahun 2024 harus turun menjadi 14 persen,” kata Muhtarom.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved