Kabar Duka

Kabar Duka, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang Meninggal, Ucapan Duka dari Wali Kota

Kabar duka, telah meninggal dunia Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi.

instagram
Kabar duka Ketua Dewan Pertimbangan MUI KH Edi Junaedi Nawawi meninggal, Rabu (15/9/2021) 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kabar duka, telah meninggal dunia Ketua Dewan Pertimbangan MUI Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi.

Kabar ini diumumkan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah lewat akun instagramnya.

"Berita duka cita, telah meninggal dunia Ayahanda kita, Guru besar kita, Kiyai kita, KH. Edi Junaedi Nawawi Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kota Tangerang pada pagi hari ini.

Mohon doa untuk Almarhum agar ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT., keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan segala ilmu yang telah disampaikan menjadi amal bagi Almarhum," demikian keterangan yang ditulis di instagram dikutip TribunTangerang.com, Rabu (15/9/2021).

Berikut ini perjalanan karir dan profil KH Edi Junaedi Nawawi.

Mudah tersentuh dan tidak tega bila melihat orang yang kesusahan, tidak ingin warga di sekitar lingkungannya mengeluh keluar karena tidak ada biaya untuk sekolah anak.

Baca juga: Arief R Wismansyah Minta Pengurus MUI Membangun Warga Berakhlakul Karimah

Edi Junaedi seorang pria yang selalu tampil dengan kesederhanaannya, akan tetapi tidak menghilangkan kewibawaan dan kharismatiknya.

Edi Junaedi adalah seorang tokoh agama yang disegani dan dihormati di kota yang punya motto Akhlakul Karimah.

Anak pertama dari delapan bersaudara pasangan H Nawawi dan Hj Siti Khodijah, lahir di Rajeg yakni sebuah desa di belahan utara Kota Tangerang, 9 Syawal 1356 H bertepatan dengan 12 Desember 1937.

Bagi Masyarakat Kota Tangerang, nama KH Edi Junaedi Nawawi bukan sosok asing di kota yang bertajuk Akhlaqul Karimah ini.

Ia kini dipercaya oleh Masyarakat Kota Tangerang untuk mempimpin organisasi masyarakat terbesar di Indonesia.

Sejak tahun beliau 2005 sampai sekarang, beliau adalan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia kota Tangerang yang telah menjabat selama dua priode 2005-2010, dan 2010 – 2015.

Kakek dari dua puluh dua orang cucu dan delapan orang anak yaitu : Milkah Kholidah, Mulkah Khumaidah, Mulki Sabri, Sobrun Jamili, Mulkan Rahendra, Muluk Najmudin, Lubna Hadidah dan Waladah Khotimatul Ulya, masih tetap semangat dalam berdakwah dan tidak bisa berdiam diri. Walaupun kadang dalam keadaan kurang sehat, beliau akan selalu datang menghadiri undangan karena tidak ingin mengecewakan pengundangnya.

Suami dari Hj Siti Napsiah (alm), sekarang didampingi oleh ibunda Hj Enong Rosminah yang selalu mendampingi beliau sehari-hari, apalagi pada waktu Abah kurang sehat dan dirawat di rumah sakit. Abah adalah panggilan akrab KH Edi Junaidi Nawawi sehari-hari. 

Masa kecil Edi Junaedi dihabiskan di tanah kelahirannya – Rajeg – hanya sampai kelas tiga Sekolah Rakyat (SR – kini SD).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved