Breaking News:

Virus Corona

50 Persen Orang Ogah Dites Covid-19 Meski Berkategori Kontak Erat, Alasannya Takut Ketahuan Sakit

Padahal, dengan mendeteksi lebih dini, kata Budi, maka dapat memberi respons yang lebih cepat dan tepat dalam penanganannya.

Editor: Yaspen Martinus
Dok Satgas PEN
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, masih banyak masyarakat takut dites Covid-19. 

TRIBUNTANGERANG, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, masih banyak masyarakat takut dites Covid-19, baik menggunakan swab antigen maupun RT-PCR.

Hasil survei Kementerian Kesehatan mengungkapkan, 50 persen orang enggan mengikuti tes Covid-19, padahal telah masuk kategori kontak erat.

"Hasil surveinya kita kenapa kok yang sudah dilacak masih 50 persen yang mau dites?"

Baca juga: KABAR Gembira! Indonesia Kini Bebas Zona Merah Covid-19

"Rupanya masih banyak yang merasa khawatir atau takut, kalau dites takut ketahuan kalau sakit," ungkap Budi dalam keterangan pers perpanjangan PPKM, Senin (20/9/2021).

Padahal, dengan mendeteksi lebih dini, kata Budi, maka dapat memberi respons yang lebih cepat dan tepat dalam penanganannya.

"Saya bilang lebih baik ketahuan, enggak apa-apa juga kok."

Baca juga: KRONOLOGI Mantan Panglima Laskar FPI Diduga Terlibat Aniaya Muhammad Kece Versi Kuasa Hukum

"Penyakit ini kan 80 persen sembuh, enggak perlu masuk rumah sakit."

"Jadi lebih baik kita tahu agar kita bisa rawat juga," tuturnya.

Jumlah testing dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Budi mengklaim hampir 4 kali lipat dari standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: DAFTAR Terbaru Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada di Papua dan Papua Barat

Pada minggu lalu saja, testing Covid-19 mencapai 1,1 juta orang per minggu.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved