Berita Nasional

Luhut Binsar Tuntut Ganti Rugi Pada Hariz Ahar dan Fatia Maulidiyanti Sebesar Rp 100 Miliar

Selain melaporkan ke Polda Metro Jaya, Luhut Binsar juga menuntut ganti rugi pada Haris Ahar dan Fatia Maulidiyanti

Penulis: Desy Selviany | Editor: Dian Anditya Mutiara
Youtube Haris Azhar
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar (Kiri) dan Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti (kanan) Tangkapan layar video unggahan Haris Azhar yang menyebut Menko Luhut turut serta dalam bisnis tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Selain mempidanakan dua pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menuntut ganti rugi sebesar Rp100 Miliar.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum Luhut Juniver Girsang usai membuat laporan kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Juniver mengatakan kliennya melaporkan tiga pasal sekaligus yakni Undang-undang ITE, kemudian pidana umum, dan mengenai berita bohong.

"Ini yang sudah kita laporkan tadi. Yang sangat menarik tadi Pak Luhut sampaikan bahwa masalah ini juga akan dilakukan gugatan perdata," ujar Juniver usai pelaporan.

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Laporkan 2 Pimpinan LSM Atas Pencemaran Nama Baik ke Polda Metro Jaya

Kata Juniver, dalam gugatan perdatanya Luhut sampaikan menuntut Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dengan ganti rugi Rp 100 Miliar.

Penggantian kerugian dari pencemaran nama baik diatur dalam KUHPerdata Pasal 1372-1380.

Kata Juniver, apabila gugatan dikabulkan hakim, uang ganti rugi Rp 100 miliar itu akan disumbangkan kepada masyarakat Papua.

"Itulah saking antusiasnya beliau membutikan apa yang dituduhkan itu tidak benar dan merupakan fitnah pencemaran nama baik," tuturnya.

Menteri Luhut Binsar Pandjaitan laporkan 2 Ketua LSM terkait pencemaran nama baik
Menteri Luhut Binsar Pandjaitan laporkan 2 Ketua LSM terkait pencemaran nama baik (TribunTangerang/Desy Selviany)

Diberitakan sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan dua pimpinan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke Polda Metro Jaya.

Luhut melaporkan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti.

Dalam pelaporannya Luhut, mempersangkakan keduanya dengan dugaan Pasal 45 juncto Pasal 27 undang-undang ITE.

Usai membuat laporan kepolisian, Luhut menjelaskan alasannya sampai melaporkan kedua pimpinan LSM tersebut.

Kata Luhut, hal ini dilakukannya untuk memperbaiki nama baiknya.

"Saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan," ujar Luhut di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Pusat, Rabu (22/9/2021).

Baca juga: Sulitnya Memburu Teroris MIT Poso, Polri: Lokasinya Bergunung-gunung, Oksigen Terbatas

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved