Pajak

Pemkot Tangerang Kembali Berikan Keringanan Pajak, Simak Syarat-syaratnya

Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar program relaksasi PBHTB dan PBB P-2.

Tribun Tangerang/Andika Panduwinata
Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa mengatakan, relaksai pajak berlaku 18 Oktober-31 Desember 2021 ini merupakan relaksasi periode ketiga dilakukan Pemkot Tangerang kepada wajib pajak. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar program relaksasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Relaksasi itu berdasarkan pada Peraturan Wali Kota Tangerang No 96 Tahun 2021 tentang Pengurangan BPHTB, Tunggakan PBB-P2, serta Penghapusan Sanksi Administrasi PBB-P2.

Kepala Bapenda Kota Tangerang Kiki Wibhawa mengatakan, relaksai pajak berlaku 18 Oktober - 31 Desember 2021 ini merupakan relaksasi periode ketiga dilakukan Pemkot Tangerang kepada wajib pajak.

Pengurangan 10 persen dari BPHTB terutang, pengurangan tunggakan PBB-P2 tahun pajak sebelum 2021 sebesar 10 persen, dan penghapusan sanksi administrasi PBB-P2 piutang.

Relaksasi pajak dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Pemkot Tangerang untuk memberikan insentif keringanan kepada wajib pajak.

Harapannya, masyarakat tetap bisa membayar pajak di tengah situasi pandemi Covid-19.

Baca juga: JANGAN LEWATKAN! Relaksasi Pajak untuk Warga Tangerang, Berakhir 30 September, Ini Syaratnya

Baca juga: Pemkab Tangerang Bebaskan Denda Pajak Bagi Warga Kabupaten Tangerang

"Dan kami ingin mengoptimalisasikan kembali terkait pajak daerah khususnya di BPHTB dan PBB-P2,” kata Kiki Wibhawa saat ditemudi di Kantor Bapenda, Puspem Kota Tangerang, Senin (18/10/2021).

Untuk mendapatkan program relaksasi ini, wajib pajak harus memenuhi persaratan yang telah ditentukan.

Syarat antara lain proses input oleh PPAT/PPATS pada sistem BPHTB Online, pembayaran, penomoran, dan penandatanganan bukti peralihan hak atas tanah pada periode masa berlaku Perwal Nomor 96 Tahun 2021.

“Jadi, untuk transaksi yang diberikan penomoran di luar masa berlaku Perwal ini akan dikenakan kurang bayar dengan penerbitan surat ketetapan pajak daerah kurang bayar kepada PPAT/PPATS,” ucapnya.

Dia menjelaskan, pada triwulan ketiga target pencapaian yang telah diraih untuk dua pajak yang dikelolah Bapenda Kota Tangerang yakni PBB-P2 telah mencapai 97 persen dan BPHTB telah mencapai 54 persen. 

Menurut dia, target  PBB-P2 target mencapai Rp 462 miliar sudah tercapai sekitar 448 miliar.

Sedangkan BPHTB dari target Rp 647 miliar baru tercapai Rp 300 miliar.

Baca juga: Pemkot Tangerang Gelar Relaksasi Pajak, Ini Syaratnya Bagi yang Ingin Menerima Manfaatnya

Baca juga: Wajib Pajak Bisa Minta Keringanan Pajak PBB hingga 15 Persen dalam Program Relaksasi BPHTB

"Semoga target ini bisa kita kejar dengan program relaksasi dan dukungan dari setiap stakeholder,” kata Kiki 

Kemudahan metode pembayaran pajak di Kota Tangerang, maka Kiki mengajak wajib pajak untuk berpartisipasi dalam pemulihan ekonomi dan pembangunan Kota Tangerang dann taat pajak.

“Segala pembangunan yang dilaksanakan di Kota Tangerang ini bersumber dari pajak-pajak yang dibayarkan. Mulai dari pembangunan jalan, sekolah, fasilitas publik hingga kesehatan dan pendidikan itu bersumber dari pajak kita."

"Dan sekarang bayar pajak juga sangat mudah baik secara offline seperti di BJB, Kantor Pos, Alfamart dan Indomaret."

"Atau secara online di Tangerang LIVE, BJB Digi, Bukalapak, Tokopedia, Linkaja, Gopay dan QRIS,” ujarnya.

Berikut 12 jenis bukti peralihan pemindahan hak  :
1. Jual bBeli
2. Tukar menukar
3. Hibah
4. Hibah wasiat 
5. Wasiat
6. Pemasukan dan perseorangan badan hukum lainnya
7. Pemisahan hak yang mengakibatkan peralihan
8. Penunjukan pembelian dalam lelang
9. Pelaksanaan putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum
10. Penggabungan usaha
11. Peleburan usaha
12. Hadiah dan dua pemberian hak baru karena kelanjutan pelepasan hak dan diluar pelepasan hak

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved