Apabila Luhut Tolak Mediasi, Haris Azhar Sarankan Polisi SP3 Kasus yang Menjeratnya

Klaim mediasi gagal dari Luhut menunjukan pejabat itu enggan menjalankan restorative justice seperti syarat pelaporan terkait pencemaran nama baik.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Mohamad Yusuf
Youtube Haris Azhar
Direktur Eksekutif Lokataru, Haris Azhar (Kiri) dan Koordinator Kontras, Fatia Maulidiyanti (kanan) Tangkapan layar video unggahan Haris Azhar yang menyebut Menko Luhut turut serta dalam bisnis tambang di Blok Wabu, Intan Jaya, Papua. 

TRIBUNTANGERANG.COM, SEMANGGI - Kuasa hukum Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar, Nurkohlis Hidayat menyarankan penyidik keluarkan SP3 penghentian penyelidikan apabila Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menolak mediasi.

Nurkholis mengatakan mediasi gagal hanya klaim sepihak dari pihak Luhut.

"Faktanya kan polisi sudah diberi tahu hari ini salah satu pihak berhalangan hadir. dan kesepakatannya mediasi akan dilakukan jika ada kesamaan waktu luang antar pihak," jelas Nurkholis dalam keterangannya Senin (15/11/2021).

Namun kata Nurkholis, klaim mediasi gagal dari Luhut menunjukan pejabat itu enggan menjalankan restorative justice seperti syarat dalam pelaporan terkait pencemaran nama baik dalam UU ITE.

Maka kata Nurkholis, sudah sepatutnya polisi keluarkan SP3 penghentian penyelidikan atas kasus tersebut.

"Kalau pelapor enggak mau mediasi ya polisi tinggal buat surat penghentian penyelidikan atau SP3 karena tidak ada perbuatan pidana," jelasnya.

Sebelumnya Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pastikan tutup pintu maaf untuk Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidianti.

Hal itu disampaikan Luhut saat mediasi ketiganya di Mapolda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan kembali gagal pada Senin (15/11/2021).

Dalam jadwal mediasi yang ketiga kali itu, Luhut terlihat memenuhi undangan penyidik pada Senin pagi.

Ia tiba di Gedung Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya pada pukul 09.45 WIB.

Setelah menunggu sekira 30 menit, Luhut keluar gedung Ditreskrimum pukul 10.20 WIB.

Kepada awak media, Luhut menyampaikan bahwa mediasi dengan Haris dan Fatia dipastikan gagal.

Luhut menjelaskan, Senin (1/11/2021) undangan mediasi tak bisa dipenuhinya lantaran ia tengah dinas di luar negeri.

Kemudian, pada Jumat (5/11/2021) ia juga masih berdinas di luar negeri.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved