Breaking News:

Superball

Permendagri No.1 Tahun 2011 Disebut Awal Mula Praktik Pengaturan Skor Kompetisi Sepak bola Indonesia

Menurut Akmal, praktik-praktik mafia bola serupa terus terjadi meski pucuk kepemimpinan PSSI telah berganti sebanyak lima kali. 

Penulis: Lusius Genik Lendong | Editor: Mohamad Yusuf
Istimewa
Pengamat sepakbola Indonesia Akmal Marhali 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali menyebut Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) belum menemukan rumusan tepat untuk memutus rantai praktik pengaturan skor dan pengaturan pertandingan di kompetisi sepakbola nasional. 

Menurut Akmal, praktik-praktik mafia bola serupa terus terjadi meski pucuk kepemimpinan PSSI telah berganti sebanyak lima kali. 

"Praktik pengaturan skor ini dari lima ketua umum PSSI yang berbeda terus terjadi. Dari sejak Pak Nurdin Halid, Johar Arifin, La Nyala, Edi Rahmayadi sampai sekarang di era Pak Mochamad Iriawan yang merupakan mantan Kapolda Metro dan Kapolda Jabar, yang juga jenderal bintang tiga di kepolisian," kata Akmal kepada Tribunnews.com, Kamis (18/11/2021).

"Artinya dari lima karakter ketua PSSI yang berbeda-beda ini, belum ditemukan rumusan kuat mengatasi masalah fundamental sepakbola kita soal pengaturan skor," imbuh dia.

Akmal menceritakan, praktik pengaturan pertandingan (match setting) telah terjadi sejak Liga Indonesia dimulai 1993-1994 silam. 

Match setting adalah menentukan juara sebelum kompetisi dimulai. 

Praktik ini cenderung berunsur politis dan selalu memakan biaya yang cukup besar, bahkan bisa mencapai miliaran. 

Padahal, pendanaan klub sepakbola profesional dulu itu menggunakan dana dari Anggaran Pembangunan Daerah (APBD).

"Dalam match setting itu ada biaya-biaya yang dikeluarkan. Dulu lebih banyak kepada unsur politis. Klub yang berasal dari daerah yang akan melakukan pemilihan kepala daerah, biasanya lebih gencar berambisi untuk jadi juara," kata Akmal.

"Akhirnya dana APBD dimaksimalkan untuk kebutuhan klub menuju juara yang diharapkan," sambung dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved