Seleb

Kapok Minum Obat Diet hingga Bikin Sakit, Wika Salim Langsingkan Badan dengan Minum Teh

Wika Salim tak menampik kalau memiliki tubuh gemuk bisa mengganggu penampilannya dan membuat dirinya tidak percaya diri.

Penulis: Arie Puji Waluyo | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Arie Puji Waluyo
Presenter Wika Salim mengaku pernah memiliki badan yang gemuk dan perut buncit, sebelum tubuhnya ideal seperti sekarang.  

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Menjaga bentuk tubuh idealnya demi berpenampilan langsing terus dilakukan oleh presenter Wika Salim.

Wika Salim tak menampik kalau memiliki tubuh gemuk bisa mengganggu penampilannya dan membuat dirinya tidak percaya diri.

"Aku pernah gemuk. Badan kecil aku ini tuh pernah berat badannya 50 kg. Ya merasa engga enak banget, akhirnya aku pernah sampai minum obat diet," kata Wika Salim dalam jumpa pers peluncuran Slim Tea, di dr Yanti Clinic di Mall Of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (20/11/2021).

Wanita 29 tahun itu mengaku efek sampingnya membuat dirinya sakit, seperti kesulitan buang air besar (BAB), hingga tubuhnya lemas karena kekurangan cairan.

"Aku pernah ada di titik itu, bahkan sampai masuk rumah sakit. Sampai akhirnya aku stop lah konsumsi obat diet," ucapnya.

Hingga akhirnya wanita kelahiran Bogor, 26 Februari 1992 tersebut melakukan konsultasi kepada dr Yanti Kusmiran, praktisi pelangsing tubuh dan juga CEO Yanti Aesthetic Clinic.

"Akhirnya aku disaranin untuk mengonsumsi teh Slim Tea ini. Ya aku rasain sehatnya dapet, slimnya dapet. Ini bukan yang sekali terus ilang," ungkap Wika Salim.

Baca juga: Melihat Efek Samping, Respons Antibodi, dan Efikasi Vaksin Zifivax yang telah Mendapatkan Izin BPOM

Baca juga: TAK LAGI REPOT! Begini Cara Cetak KK, Akta Kelahiran, dan Kependudukan Secara Mandiri

Baca juga: ALHAMDULILLAH, Saudi Arabia Kembali Buka Umrah untuk Jemaah Indonesia, Simak

dr Yanti mengatakan kalau mulanya, Wika Salim datang kepadanya dengan keluhan perutnya buncit dan kesulitan BAB, serta gampang capek.

"Aku engg akasih obat-obatan. Cuma memberikan saran konsumsi teh ini. Hasilnya terbukti aja sudah tiga bulan dikonsumsi," kata dr Yanti Kusmiran.

Yanti mengatakan bahwa pihaknya mencoba melakukan pelestarian budaya, bahwa teh yang digunakan produknya merupakan teh yang sudah digunakan sejak zaman dahulu kala.

Ketika diproduksi dan dipopulerkan zaman ini, Yanti mengemasnya agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia agar bisa memiliki tubuh ideal.

"Untuk pria maupun wanita cara penggunaannya sama, sehari dua kali, pagi setelah sarapan dan sebelim makan malam buat menekan makan malamnya. Jadi setelah minum ini gak pengen banyak makan," jelasnya.

 

Namun, Yanti Kusmiran menyebutkan, produk teh herbalnya itu tidak membuat orang dengan instan memiliki tubuh ideal. Harus diselingi dengan olahraga.

"Semua produk pastinya hasilnya tidak instan. Semua harus dibarengi dengan olahraga dan pola hidup sehat," ujar Yanti Kusmiran. (Arie Puji Waluyo/ARI)

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved