Breaking News:

Kesehatan

Gangguan Makan Kalangan Remaja Meningkat Selama Covid-19, Ini Tindakan Orangtua

Penelitian menunjukkan, ada lonjakan 30 persen pasien di rumah sakit terkait gangguan makan di antara wanita berusia 12-18 tahun selama pandemi.

My Doctor Online
Ilustrasi gangguan makan. Pada masa pandemi Covid-19 ini, remaja mengalami gangguan makan mengalami peningkatan. Gangguan makan ini dipicu berbagai faktor antara lain stres dan media sosial. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Para ahli menyarankan orangtua untuk mengawasi apa yang dimakan anak-anak selama pandemi Covid-19.

Peneliti mengatakan gangguan makan di kalangan remaja, terutama remaja putri, meningkat selama pandemi Covid-19.

Remaja mengalami stres saat pandemi Covid-19 dikombinasikan dengan media sosial dan terjebak di rumah sebagai faktor penyebabnya.

Para ahli menyarankan orangtua untuk mengawasi makanan yang dimakan anak dan menyiapkan makanan sehat.

Masalah kesehatan mental dihadapi remaja di Amerika Serikat bahkan ketika dunia relatif tenang.

Tidak mengherankan jika pandemi telah menyebabkan peningkatan stres pada kelompok usia ini.

Penelitian menunjukkan bahwa ada lonjakan 30 persen dalam penerimaan rumah sakit terkait gangguan makan di antara wanita berusia 12-18 tahun selama pandemi Covid-19.

Sedangkan Epic Health Research Network menyebutkan diagnosis gangguan makan meningkat 25 persen pada rentang usia 12-18 tahun.

Sebelumnya Dr Mark Norris, dokter anak di Children's Hospital of Eastern Ontario di Kanada menyebutkan rawat inap remaja di rumah dengan gangguan makan meningkat selama pandemi Covid-19.

Mark Norris merupakan dokter spesialis kesehatan remaja dan gangguan makan.

Baca juga: 5 Ide Menu Makan Malam Sederhana untuk Kesehatan Tubuh, Penyajian Mudah dan Cepat

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved