Viral Medsos

Begini Sikap Tegas Panglima TNI Atas Kasus Viral Polwan di Palangkaraya Dipukul Oknum Anggota TNI

Oknum TNI tersebut, diketahui anggota Yonif Raider 631/Antang Kodam XII/Tanjungpura di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Editor: Mohamad Yusuf
istimewa
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa memberikan pernyataan tegas terkait viral dugaan pemukulan yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap anggota Polwan. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Aksi oknum anggota TNI yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang anggota polwan, viral di media sosial.

Atas kejadian pemukulan itu pun, Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa turut memberikan pernyataan tegas.

Di mana oknum TNI tersebut, diketahui anggota Yonif Raider 631/Antang Kodam XII/Tanjungpura di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Menurut Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Prantara Santoso, Panglima TNI telah memerintahkan untuk melakukan proses hukum terhadap oknum anggota TNI yang terlibat.

"Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah memerintahkan kepada seluruh penyidik dan aparat hukum TNI maupun TNI AD untuk melakukan proses hukum kepada oknum-oknum anggota TNI AD yang diduga terlibat dalam tindak pidana," katanya, Rabu (8/12/2021), dikutip Tribunnews.com dari kanal YouTube Kompas TV.

Prantara menambahkan, dalam menangani kasus ini, penyidik TNI akan berkoordinasi dengan Polri untuk memproses hukum terhadap personel Korps Bhayangkara.

Sebelumnya, video personel polwan Polda Kalimantan Tengah dipukuli prajurit TNI ini viral di media sosial.

Bahkan tagar #savepolwan muncul di media sosial pada Senin (6/12/2021) malam.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Cilik Riwut Km 03, Palangkaraya sekitar pukul 01.00 WIB terhadap seorang polwan bernama Bripda Tazkia Nabila.

Dugaan Pemukulan Polwan oleh Oknum TNI Diproses Hukum Peradilan Militer  

Dikutip dari Tribun Kalteng, pemukulan Polwan oleh oknum anggota TNI terhadap seorang Polwan Polda Kalteng diduga akibat kesalahpahaman diproses hukum peradilan militer.

Hal itu diungkapkan, Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) Mayor Infanteri Mahsum Abadi saat menggelar Jumpa Pers di Makorem 102 Panju Panjung di Jalan Imam Bonjol Palangkaraya, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya

Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka

Dalam jumpa pers untuk mengklarifikasi kasus dugaan pemukulan anggota Polwan Polda Kalteng tersebut menghadirkan sejumlah pejabat Polda Kalteng dan Korem 102 Panju Panjung.

Lembaga TNI dan Polri mengambil langkah cepat untuk menyelesaikan masalah pemukulan terhadap polwan Polda Kalteng oleh oknum anggota Batalyon Raider 631 Antang.

Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Eko Saputro, menyampaikan terima kasih kepada Pihak Korem 102 Panju Panjung karena tetap menjunjung tinggi keadilan dengan memproses hukum Para oknum TNI yang terlibat. 

"Kami juga berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi antara TNI - Polri di Kalimantan Tengah sehingga sinergitas dan soliditas tetap terjaga," tuturnya.

Kronologi Pemukulan Polwan oleh Oknum Anggota TNI

Diketahui, peristiwa berawal saat anggota Raimas (pengurai massa) melaksanakan patroli penegakan protokol kesehatan dari pukul 20.00 - 22.00 WIB.

Pada pukul 22.30 WIB, personel Raimas melanjutkan patroli di Jalan Kawasan Pameran Temanggung Tilung, Palangkaraya hingga pukul 01.00 WIB.

Setelah menjalankan patroli, anggota Raimas pun melihat kerumunan di Jalan Tjilik Riwut KM 02 tepatnya di depan O2 Cafe and Sport Bar.

Kemudian, beberapa anggota polisi yang berpatroli turun untuk melerai kerumunan tersebut yang ternyata adalah perkelahian, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Ketika hendak melerai dan mengamankan keributan, mereka mendapatkan perlawanan dari orang-orang yang mengaku anggota Batalyon Raider 631 Antang.

Sehingga, terjadi keributan dan membuat Bripda Niko Laos Risky Marselino mendapat pukulan di bagian bibir dan kepala bagian belakang.

Sementara seorang polwan Bripda Tazkia Nabila Supriadi yang masuk dalam rombongan Raimas tersebut juga mendapatkan pukulan di kepala bagian belakang.

Ia juga mengalami luka memar di tangan bagian kiri.

(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Tribunkalteng.com/Pangkan B, Kompas.com/Rahel Narda Chaterine, Kompas.tv)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Viral Polwan di Palangkaraya Dipukul Oknum Anggota TNI, Panglima TNI Perintahkan Proses Hukum
Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved