Breaking News:

Suap RAPBD Jambi 2018

Telusuri Dugaan Suap Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi 2018, KPK Periksa Ibu dan Eks Istri Zumi Zola

KPK memeriksa ibu kandung eks Gubernur Jambi Zumi Zola, Harmina Djohar, mantan istri Zumi Zola, Sherin Tharia, serta empat orang lainnya.

Editor: Sigit Nugroho
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan terhadap kasus dugaan suap terkait Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018.

KPK memeriksa ibu kandung eks Gubernur Jambi Zumi Zola, Harmina Djohar selaku mantan istri Zumi Zola, Sherin Tharia, serta empat orang lainnya pada Kamis (8/12/2021).

Adapun empat saksi lainnya, yaitu Alvin Raymond (mahasiswa), Asrul Pandapotan Sihotang (swasta), Arnold selaku Direktur PT Andica Parsaktian Abadi, dan Wilina Chandra (wiraswasta/online shop).

Keenamnya diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait Pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun 2018 dengan tersangka Apif Firmansyah (AF), orang kepercayaan Zumi Zola. 

Baca juga: Di Hakordia 2021, Firli Bahuri Ngadu ke Presiden Jokowi bahwa KPK Kekurangan Personel dan Markas

Baca juga: Aksi 3 Eks Pegawai KPK Blak-blakan Tolak jadi ASN Polri

Baca juga: Sebanyak 44 Orang Terima Tawaran, 12 Eks Pegawai KPK Tolak Jadi ASN Polri, dan Satu Orang Meninggal

Pada pemeriksaan itu, tim penyidik mendalami ihwal dugaan penerimaan oleh tersangka Apif yang diteruskan kepada Zumi Zola, serta dugaan aliran dana dari Apif kepada sejumlah pihak di DPRD Provinsi Jambi.

"Para saksi hadir dan didalami keterangannya antara lain terkait dengan dugaan adanya penerimaan oleh tersangka AF untuk diberikan kepada Zumi Zola dan aliran sejumlah dana oleh tersangka AF kepada bebeapa pihak di DPRD Jambi," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (9/12/2021).

Dalam konstruksi perkara, KPK menduga Apif merupakan orang kepercayaan sejak Zumi Zola mengikuti pilkada pada 2010 dan menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur.

Saat Zumi menjabat Gubernur Jambi, Apif diduga dipercaya sebagai pengelola kebutuhan dana operasional Zumi Zola dan meminta fee proyek kepada sejumlah kontraktor di Jambi.

Apif diduga berhasil mengumpulkan total Rp 46 miliar.

BERITA VIDEO: Pemkot Tangerang Bangun Trotoar Rp 3,7 Miliar BIKIN WARGA KAGET

Uang tersebut diduga diberikan kepada Zumi Zola dan keluarga, serta untuk kepentingan pribadi Apif.

Atas perintah Zumi Zola, sebagian dari total uang tersebut diduga diberikan Apif kepada sejumlah anggota DPRD Provinsi Jambi untuk mengurus ketok palu RAPBD Tahun Anggaran 2017.

Apif diduga menerima Rp 6 miliar yang digunakan untuk keperluan pribadinya.

Menurut KPK, Apif telah melakukan pengembalian uang haram tersebut senilai Rp 400 juta.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved