Tangerang Raya
Hasil Pembakaran Sampah hingga 2 Ton per Hari, Banksasuci Daur Ulang jadi Semen, Bata, hingga Pupuk
Sampah-sampah yang dibakar pada insinerator tersebut merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang, seperti sterofoam, kayu, dan limbah rumah tangga.
Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Mohamad Yusuf
TRIBUNTANGERANG.COM, CIBODAS - Komunitas Bank Sampah Sungai Cisadane (Banksasuci) memiliki alat pembakar sampah yang ramah akan lingkungan, bernama insinerator.
Sampah-sampah yang dibakar pada insinerator tersebut merupakan sampah yang tidak dapat didaur ulang, seperti sterofoam, kayu, dan limbah rumah tangga.
Kendati demikian, sampah yang mulanya tidak dapat didaur ulang tersebut, setelah melalui proses pembakaran, menjadi dapat di daur ulang.
Asep, salah satu pengurus Banksasuci mengatakan, abu dari hasil pembakaran sampah tersebut dapat didaur ulang menjadi beberapa bahan material seperti semen, batu bata, serta pupuk tanaman.
Dengan demikian, limbah tersebut secara keseluruhan bukanlah tidak dapat didaur ulang secara keseluruhan.
"Nanti abu hasil pembakaran itu bisa didaur ulang kembali, seperti cetakan batu bata dan semen misalnya," ujar Asep saat diwawancarai TribunTangerang, Sabtu (11/12/2021).
"Berarti sebenarnya semua sampah itu bisa diolah lagi, jadi tidak perlu terjadi penumpukan sampah seperti di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," imbuhnya.
Lebih lanjut Asep menjelaskan cara kerja dari insinerator tersebut, dimulai dengan menampung seluruh sampah yang berada di Sungai Cisadane, mengeringkannya, dan terakhir memilih jenis-jenis sampah.
Setelah dikeringkan, sampah yang tidak dapat diolah itu, dimasukan ke dalam insinerator yang sudah dipanaskan dengan menggunakan kayu bakar, lalu dimusnahkan.
Selanjutnya, abu sampah tersebut dikumpulkan untuk kemudian diolah kembali menjadi seperti yang sudah disebutkan.
Baca juga: Cara Cek Penerima BSU Rp1 Juta Lewat bsu.kemnaker.go.id atau WhatsApp dan Cara Pencairannya
Baca juga: Kisah Keluarga Komplotan Copet Asal Jakarta Beraksi di Sirkuit Mandalika, Ayah, Ibu, Anak, Tersangka
"Sebelum membakar sampah ini, kita kan memilih mana yang bisa didaur ulang atau tidak, nah yang tidak dapat diolah itu kita bakar," kata dia.
"Sekarang kita sudah membuat abu-abu ini untuk berguna bagi tanaman, dengan dicampur bersama pupuk," imbuhnya.
"Ada juga yang dicampur dengan semen ataupun dicampur dengan bahan cetakan batu bata," jelasnya.
Kedepan, ia mengharapkan sistem yamg dilakukan oleh Banksasuci dapat menadi contoh bagi pemerintah serta warga Kota Tangerang.
Pasalnya, dengan dilakukannya pembakaran sampah menggunakan insinerator tersebut, dapat menanggulangi sampah yang terjadi di Kota Tangerang, terlebih yang memasuki musim penghujan.
"Ya saya harap gagasan dari kami ini, dapat berguna dan menjadi contoh bagi pemerintah dan masyarakat Tangerang," ucapnya.
"Karena cara seperti ini sangat sangat efektif dalam menanggulangi sampah, jadi tidak perlu ada penumpukan sampah, tanpa harus mencemarkan lingkungan," tutup Asep. (M28)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/Insenerator-Alat-pembakar-sampah-milik-Banksasuci-Kota-Tangerang.jpg)