Pemilu

Politisi Harus Ubah Strategi untuk Rangkul Milenial dalam Pemilu Serentak 2024

Pemilihan umum tahun 2024 meliputi pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah.

Istimewa
Political Content Maker, Aji Bahroji mengatakan, tantangan politisi dalam pemilu 2024 mendatang yakni merangkul kaum milenial dan gen Z untuk berpolitik. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pemilihan Umum (Pemilu) akan dilangsungkan secara serentak pada tahun 2024.

Pemilihan umum tahun 2024 meliputi pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg), dan pemilihan kepala daerah (pilkada).

Politisi harus mengubah strategi dalam merangkul kaum milenial dalam pemilu tersebut.

Apalagi para pemuda ini bakal mempunyai andil besar dalam kontestasi pesta demokrasi.

Hal itu diungkapkan oleh Political Content Maker, Aji Bahroji.

"Jadi jumlah Gen Z dan milenial akan mendominasi kontestasi 2024," ujar Aji kepada Tribuntangerang.com, Minggu (19/12/2021).

Baca juga: Jika Rajin Turun ke Tengah-tengah Rakyat, Akbar Tanjung Yakin Golkar Bisa Menang Pemilu 2024

Baca juga: Golkar Ajak Mantan Kader Gabung Kembali untuk Konsolidasi Menangkan Pemilu 2024

Dia menjelaskan, jumlah kaum mencapai lebih dari 50 persen akan menjadi penentu kemenangan.

Kemenangan itu bagi siapa saja yang akan maju dalam pemilu mendatang.

"Artinya Gen Z dan milenial akan memegang peranan penting pada pemilu serentak 2024 nanti," ucap Aji.

Oleh karena itu, menurutnya, politisi harus mengubah skema dan strategi dalam merangkul milenial.

Tantangannya, kaum milenial dan Gen Z kerap skeptis terhadap politik.

"Karena itu lah kita secara bersama-sama harus meramaikan narasi bahwa politik itu membahagiakan," katanya.

"Politik ini sebenarnya tidak kotor dan kebutuhan anak muda, agar bisa terlibat dalam setiap kebijakan publik," kata Aji. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved