Selasa, 5 Mei 2026

Natal dan Tahun Baru

Jelang Misa Natal, Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda Siapkan Prokes

Jelang misa natal 24-25 Desember, Gereja Katoli Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda menyiapkan dengan penerapan prokes

Tayang:
TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro
Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda lakukan berbagai persiapan penerapan prokes menjelang ibadah misa, 24-25 Desember 2021 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda lakukan berbagai persiapan penerapan prokes menjelang ibadah misa, baik malam Natal dan Hari Raya Natal, 24- 25 Desember 2021.

Salah seorang pengurus gereja, Kevin mengatakan, salah satu penerapan protokol kesehatan yang dilakukan adalah para jemaar harus melalui bilik desinfektan terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam gereja.

"Selain penerapan prokes seperti memakai masker, pengecekan suhu tubuh, mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer, para jemaat juga harus melalui bilik desinfektan guna memastikan sterilisasi dari  Covid-19," ujar Kevin saat diwawancarai TribunTangerang.com, Kamis (23/12/2021).

"Selain itu, jemaat juga wajib yang menjalani ibadah di gereja sudah harus divaksin baik itu anak-anak berusia di atas 6 tahun, dewasa, hingga lansia, karena kita juga menggunakan Aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk," imbuhnya.

Lebih lanjut Kevin menjelaskan, pihak gereja hanya mengizinkan 25 persen jemaat dari total kapasitas utama yang hadir dalam satu kali ibadah.

Baca juga: Jelang Natal, Polsek Benda Lakukan Pengamanan dan Prokes di Gereja-gereja

Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda lakukan berbagai persiapan penerapan prokes menjelang ibadah misa, 24-25 Desember 2021
Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda lakukan berbagai persiapan penerapan prokes menjelang ibadah misa, 24-25 Desember 2021 (TribunTangerang.com/Gilbert Sem Sandro)

Untuk memenuhi kapasitas 25 persen itu para jemaat pun diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu kepada setiap koordinator jemaat yang berada di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Nantinya, pelaksanaan misa dalam ibadah tersebut juga terbagi dalam tiga bagian, yakni misa khusus umum, lansia, serta pemuda gereja.

"Kapasitas maksimal gereja ini menampung 2000 jemaat dalam sekali ibadah, tapi karena masih pandemi kita hanya memberlakukan 25 persen saja, atau sekira 500 jemaat dalam sekali ibadah," kata dia.

Baca juga: Syarat Perjalanan Luar Kota dengan Mobil Pribadi, Bus dan Kendaraan Logistik Saat Libur Nataru

"Mereka juga harus mendaftar dulu kalau ingin ibadah di gereja ke koordinator wilayahnya masing-masing. Jadi ada dua seleksi bagi jemaat yang ingin ibadah, pertama pendaftaran dan ke dua verifikasi PeduliLindungi," sambungnya.

"Misa juga kita bagi beberapa kalangan, ada khusus umum lalu ada khusus anak muda dan juga khusus lansia. Karena memang masih pandemi jadi kita buat seketat mungkin," paparnya.

Kevin pun mengharapkan perayaan natal pada tahun ini dapat berjalan dengan lancar tanpa adanya suatu halangan apapun.

Terlebih, ia mengharapkan ibadah perayaan natal tidak menimbulkan klaster baru penderita Covid-19.

Baca juga: Aturan Baru Perjalanan dengan Pesawat Terbang dan Kereta Api Selama Libur Nataru

Oleh karena itu, penerapan prokes ketat akan terus dipantau oleh pengurus gereja saat sebelum dan sesudah ibadah. 

"Semaksimal mungkin kita usahakan agar ibadah ini dapat berjalan lancar, penerapan prokes juga kita pastikan berjalan baik, contohnya jarak antar jemaat sepanjang satu meter akan kita terapkan," ucapnya.

"Semoga natal kali ini dapat memberi kebahagiaan bagi kita semua dan pastinya jangan sampai menimbulkan klaster Covid-19, karena kita juga menghindari gelombang ke tiga pandemi Covid-19," tutup Kevin. (M28)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved