Breaking News:

Tangerang Raya

3 Atap Ruangan Kelas SMPN 6 Kota Tangsel Rusak Parah, Gedung Sekolah Tidak Pernah Direnovasi

Tiga atap ruangan Kelas IX di Lantai 2 Gedung SMPN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) rusak parah hingga nyaris roboh dari kerangkanya. 

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Atap gedung SMPN 6 Kota Tangsel rusak. Sejak dibangun tahun 1992, gedung SPN 6 Kota Tangsel tidak pernah dilakukan perbaikan atau renovasi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, CIPUTAT - Tiga atap ruangan Kelas IX di Lantai 2 Gedung SMPN 6 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Ciputat, Kota Tangsel,  rusak parah hingga nyaris roboh dari kerangkanya. 

Wakil Kepala SMPN 6 Kota Tangsel, Aep Saipul Rohman mengatakan, kondisi atap sekolah rusak itu  telah terjadi sejak dua tahun lalu. 

"Ini kurang lebih sudah dua tahun kondisinya, sudah diperbaiki tetapi karena dasarnya itu sudah rapuh gentengnya jadinya diperbaiki bocor lagi, rusak lagi sampai merembet ke atap plafonnya," kata Aep saat ditemui di SMPN 6 Kota Tangsel, Kamis (30/12/2021).

Aep Saipul Rohman menuturkan, kerusakan terjadi pada ketiga atap ruang Kelas IX itu bukan tanpa sebab. 

Kerusakan atap itu diduga karena bangunan telah rapuh dan dimakan usia.

Baca juga: Tanggapan Arief R Wismansyah tentagn Sekolah Rusak Akibat Angin Kencang dan Hujan Deras

Baca juga: Liburan Sekolah Akhir Tahun Bersama Keluarga Tetap Menyenangkan saat Pandemi Covid-19

Plafon bolong di lantai 2 gedung SMPN 6 Kota Tangsel, Ciputat, Kota Tangsel. Gedung sekolah ini sejak dibangun tahun 1992 tidak pernah direnovasi.
Plafon bolong di lantai 2 gedung SMPN 6 Kota Tangsel, Ciputat, Kota Tangsel. Gedung sekolah ini sejak dibangun tahun 1992 tidak pernah direnovasi. (Tribun Tangerang/Rizki Amana)

Selain itu, selama ini tak ada renovasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel terkait bangunan tersebut. 

"Ini ruangan di atas dan ruangan di bawah ini adalah ruangan yang didirikan dibangun tahun 1992," kata Aep Saipul Rohman.

Menurut dia, setelah dibangun 30 tahun lalu, tidak ada perbaikan terutama atap gedung sekolah.

"Atap itu menggunakan atap genteng yang sudah tidak layak," ujarnya.

"Sudah rapuh sehingga sulit juga untuk diperbarui, karena kondisi genteng itu sudah sangat rapuh sekali sehingga air masuk kena kerangkanya terus-terusan bocor, sudah diperbaiki bocor lagi, bocor lagi sehingga jadi rapuh," katanya lagi. 

Sementara itu, akibat tiga atap ruangan mengalami kerusakan parak, pihaknya memutuskan untuk tak menggunakan ruang kelas tersebut untuk kegiatan belajar mengajar bagi Kelas IX.1, IX.2, dan IX.3. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved