Breaking News:

Inflasi Tahun 2021

BI Sebut Komoditas Cabai Rawit & Minyak Goreng Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Bulan Desember 2021

Bank Indonesia menyebutkan bahwa perkembangan harga pada Desember 2021 masih relatif terkendali.

Editor: Sigit Nugroho
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Logo Bank Indonesia. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Bank Indonesia menyebutkan bahwa perkembangan harga pada Desember 2021 masih relatif terkendali.

Hal itu berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia pada minggu kelima Desember 2021,

Dengan adanya survei ini, Bank Sentral memperkirakan inflasi terjadi sebesar 0,60 persen (month to month/mtm).

Sementara itu, dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi 2021 sebesar 1,90 persen.

Baca juga: Laba Sebelum Pajak Maybank Indonesia Naik 2,1 % Menjadi Rp1,48 T pada Sembilan Bulan Pertama 2021

Baca juga: Survei Bank Indonesia, Komoditas Cabai Merah Picu Inflasi Oktober Sebesar 0,10 Persen

Baca juga: Maybank Indonesia Luncurkan Solusi Keuangan Smart dan Fleksibel Maybank Tabungan U dan U iB

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono, mengatakan bahwa penyumbang utama inflasi bulan ini ditempati oleh komoditas cabai rawit dan minyak goreng.

“Penyumbang utama inflasi Desember 2021 sampai dengan minggu kelima yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,14 persen (mtm), minyak goreng sebesar 0,07 persen (mtm), daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,06 persen (mtm),” kata Erwin, Jumat (31/12/2021).

BERITA VIDEO: Prakiraan Cuaca Sabtu, 1 Januari 2022

Dalam survei ini, Bank Indonesia juga mencatat sejumlah komoditas yang mengalami deflasi.

Salah satunya, yakni daging sapi sebesar -0,01 persen (mtm).

Dengan adanya survei pemantauan harga, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.

"Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,” pungkas Erwin.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved