Breaking News:

Satgas Antimafia Tanah

Dibentuk Kementerian ART/BPN, Satgas Antimafia Tanah Sudah Telah Tangani 244 Kasus Hingga Tahun 2021

Tim Satgas Antimafia Tanah telah menangani 244 kasus mafia tanah sejak 4 tahun lalu hingga penhujung tahun 2021.

Editor: Sigit Nugroho
Warta Kota
Polres Metro Jakarta Timur mengamankan seorang mafia tanah berinisial AP (48). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Tim Satgas Antimafia Tanah yang dibentuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sejak 4 tahun lalu hingga pengujung tahun 2021 telah menangani 244 kasus mafia tanah.

Dari total kasus tersebut, 80 kasus masuk ranah pidana, 25 kasus sudah memiliki vonis dan sisanya sedang dalam proses penyelidikan. 

Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal mengatakan target per tahun penanganan mafia tanah sebanyak 61 kasus.

Dengan kata lain, Sunraizal menyebut target tersebut terpenuhi.

Baca juga: Tersangkut Kasus Mafia Tanah, Mantan Kepala Desa Bendung Serang Ditangkap oleh Polres Jakarta Pusat

Baca juga: Kasus Mafia Tanah yang Timpa Nirina Zubir Segera Masuki Babak Baru

Baca juga: Hasil Menipu Tiga Warga Pasar Rebo, Seorang Mafia Tanah di Jakarta Timur Mampu Meraup Rp 2,1 Miliar

"Selama empat tahun ini, Satgas Antimafia Tanah telah menangani 244 kasus. Di mana target per tahun penagangan kasus mafia tanah itu kan sebanyak 61 kasus," kata Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Sunraizal dalam refleksi akhir tahun yang disiarkan virtual, Jumat (31/12/2021). 

Sunraizal menjelaskan pada tahun 2022, Kementerian ATR/BPN masih terus menindaklanjuti laporan terkait dugaan kasus praktik mafia tanah.

Laporan kasus mafia tanah, kata dia, sudah diterima pihaknya.

Tinggal dilakukan tindaklanjut atas laporan masyarakat tersebut.

BERITA VIDEO: Cassandra Angelie Digerebeg Tak Pakai Busana di Dalam Kamar Hotel, Tarifnya Rp 30 Juta Sekali Wikwik

"Di tahun depan, kami akan tuntaskan lagi kasus dugaan praktik mafia tanah. Laporannya sudah masuk, dan tinggal kami akan bahas kasus mana yang akan diprioritaskan lebih dulu, terutama kasus-kasus yang menyangkut dampak besar," papar Sunraizal.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved