Breaking News:

Tangerang Raya

Melihat Kehidupan Warung yang Berada di Puncak Tumpukan Sampah TPA Rawa Kucing Tangerang

Kisah Nopen berjualan di puncak tumpukan sampah TPA Rawa Kucing, Kota Tangerang.

Warta Kota/Nur Ichsan
TPA RAWA KUCING - Armada truk pengangkut sampah dan pemulung bergumul setiap hari di TPA Rawa Kucing, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Jumat (11/4/2014). TPA yang luasnya mencapai 34,8 hektar ini setiap hari menerima kiriman sampah sebanyak 1500 ton. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Sebuah gubuk kecil berdiri tegak di antara tetumpukan sampah.

Tiangnya terbuat dari kayu, sementara dindingnya dan atapnya terbuat dari bekas tenda bahkan triplek bekas.

Di dalamnya, tergantung berbagai jenis minuman kopi sachet, dan di atas meja terdapat termos teh, beberapa cangkir di dalam rak piring kecil, serta beberapa kursi bekas yang sudah rusak.

Inilah tempat Nopen berjualan di puncak tumpukan sampah TPA Rawa Kucing Tangerangnyang bisa diakses dari pintu 2.

Pelanggannya pun merupakan para pemulung yang setia mengais apa saja yang bisa dijadikan uang, misalnya botol plastik, besi, dan lain-lain yang diturunkan dari truk sampah.

Ratusan bahkan ribuan lalat yang beterbangan pun bak pemandangan yang sudah biasa.

Sesuai dengan namanya, tempat pembuangan akhir sampah dari Kota Tangerang, pemandangan, aroma bau bukanlah hal yang membuat jijik bagi mereka yang mengais rejeki disana termasuk Nopen.

"Saya tiga tahunanlah sudah jualan disini. Kopi, es, mie, gorengan, rokok, kadang nasi juga," ujar pria berusia 47 tahun ini saat ditemui di TPA Rawa Kucing, Senin (3/12/2021).

Terkadang, jika istrinya yang menjaga warung, dirinya akan bergabung dengan pemulung lainnya mencari barang bekas.

Nopen sendiri tinggal tak jauh dari TPA Rawa Kucing.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved