Sidang Munarman

Saksi: Ledakan Bom di Gereja Kuatkan Dugaan Munarman Terlibat Jaringan Terorisme

saksi persidangan membeberkan dugaan peran Munarman dalam jaringan terorisme dalam sidang di PN Jaktim, Senin (17/1/2022).

Editor: Ign Prayoga
Tribunnews/Jeprima
Terdakwa kasus tindak pidana terorisme, Munarman. Sidang untuk terdakwa Munarman kembali digelar di PN Jaktim, Senin (17/1/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan seorang saksi berinisial IM dalam sidang perkara dugaan tindak pidana terorisme atas terdakwa Munarman, Senin (17/1/2022).

Dalam persidangan, saksi IM yang merupakan pelapor dalam perkara ini membeberkan dugaan peran Munarman dalam jaringan terorisme. Dia menyatakan keterlibatan Munarman dalam jaringan terorisme diketahui dari sebuah kegiatan di Makassar, Sulawesi Selatan, tahun 2015.

"Tahun 2015, itu dalam rangka tabligh akbar atau setidak-tidaknya ada baiat, di dalamnya ada sumpah setia untuk mendukung satu organisasi teror," kata IM dalam persidangan di ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Senin (17/1/2022).

Dugaan itu diperkuat kejadian pengeboman Gereja Katedral Jolo, Sulu, Filipina, pada 2019.

Menurut IM, tragedi pengeboman itu menjadi salah satu fakta yang melatarbelakangi dirinya menduga Munarman terlibat dalam jaringan terorisme.

"Kejadian yang sebenarnya melatarbelakangi salah satunya dari sekian fakta yang telah saya jadikan sebagai dasar dugaan saya adalah pengeboman gereja katedral di Sulu yang kemudian membawa kita pada link atau jaringan," kata IM.

Jaksa lantas menanyakan alasan mendasar IM menduga Munarman terlibat dalam jaringan terorisme. "Jadi dasarnya apa yang saudara sampaikan?" tanya jaksa.

"Berdasarkan hasil penyelidikan beberapa tersangka," ujar IM.

"Jadi ada beberapa tersangka yang di tanggal 24-25 ada di situ sehingga berdasarkan keterangan saudara ini tadi berkaitan dengan teroris ya?" tanya lagi jaksa.

Baca juga: HEBOH Polemik Pernyataan Haruna Soal Shin Tae-yong, Sekjen PSSI: STY Tetap Melatih hingga 2023

"Siap didukung dengan fakta rekaman beberapa video yang ada di dalam tautan media sosial lalu kemudian didukung lebih kuat lagi dengan barang bukti berupa barang rekaman yang juga disita oleh penyidik sebagai fakta pendukung," ujar IM.

"Inilah yang membawa kami kepada beberapa saksi-saksi yang kemudian memberikan keterangan yang dugaan kuat saya adalah menghubungkan dengan keterlibatan saudara Munarman," katanya.

Dakwaan Jaksa

Dalam perkara ini, eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) itu didakwa menggerakkan orang lain untuk melakukan tindakan terorisme. Aksi Munarman itu dilakukan di sejumlah tempat.

"Munarman dan kawan-kawan merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk ancaman kekerasan untuk melakukan tindak pidana teroris," kata jaksa dalam sidang, Rabu (8/12/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved