Virus Corona

Menko Luhut Imbau Perkantoran WFH, Wagub Ariza Pilih Tunggu Kebijakan Resmi Pemerintah Pusat

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI sedang menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.

TRIBUNNEWS
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar perkantoran dapat kembali menerapkan work from home (WFH), Selasa (18/1/2022). Foto dok: Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers virtual, Sabtu (3/7/2021). 

TRIBUNTANGERANG.COM, GAMBIR -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar perkantoran dapat kembali menerapkan work from home (WFH).


Hal tersebut dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 varian Omicron yang semakin merebak.


Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan bahwa saat ini Pemprov DKI sedang menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.


"Ya, itu saran dari Pak Menko, kami dukung. Tapi kami tunggu kebijakannya. Hari ini atau besok akan diputuskan," ucap Ariza di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022) malam.


"Kami menunggu dari Satgas Pusat, dari pemerintah pusat, dari kementerian terkait, Kemenkes, Kemenhub, nanti Pak Mendagri juga akan mengumumkan," tambah politikus partai Gerindra itu.


Tidak hanya kebijakan tentang WFH, Ariza juga mengatakan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen ia bersama pihaknya juga menunggu keputusan selanjutnya dari pusat.

Baca juga: Sempat Ditolak Polisi, Laporan Dugaan Nepotisme Bisnis PCR Luhut dan Erick Tohir Akhirnya Diterima

Baca juga: Luhut: Gelombang 3 Covid-19 telah Muncul di AS dan Eropa, Level PPKM di Indonesia Terancam Naik


"PTM juga begitu. PTM ini kan dilaksanakan sesuai ketentuan aturan," tutupnya.


Sebelumnya diketahui, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, memerintahkan manajemen perusahaan untuk kooperatif dalam mengatasi pandemi virus corona.


Salah satu caranya dengan kembali menerapkan kebijakan WFH (work from home/kerja dari rumah).


"Kami mengimbau kalau di kantor tak perlu 100 persen ya, tak usah 100 persen hadir,” ujar Luhut, Minggu (16/1/2022).

Baca juga: Laporan Prodem Terhadap Luhut dan Erick Thohir Terkait Pengadaan Tes PCR Ditolak Polda Metro


"Jadi diatur saja dilihat situasinya apakah dibikin 75 persen untuk dua pekan ke depan," tambahnya.


Luhut mengatakan, setiap perusahaan bisa melakukan asesment sesuai keadaannya masing-masing untuk menentukan kebijakan WFH.


Bila tidak mengganggu produktivitas, opsi WFH harus diambil.


"Kita serahkan pada pimpinan perusahaan untuk melakukan asesment sendiri. Saya mengimbau opsi tersebut bisa diambil,” ujarnya.

Baca juga: CARA Download Sertifikat Vaksin Covid-19 dari WhatsApp HP, Simak Langkah-langkahnya


"Hal ini semata-mata dilakukan untuk menjaga kasus tetap terkendali," imbuhnya. (m27)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved