Lalu Lintas

Sambodo Purnomo Yogo : Syarat Pejabat Bikin Pelat Nomor Kendaraan Khusus Bakal Diperketat

Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa aturan main baru akan diterapkan dalam permohonan dan pengajuan STNK khusus dan rahasia.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Desy Selviany
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo, di Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022). Dia mengatakan, Polda Metro Jaya akan memperketat permohonan nomor pelat kendaraan khusus,. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya akan perketat perpanjangan dan permohonan penerbitan surat tanda nomor kendaraan (STNK) khusus atau rahasia.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa aturan main baru akan diterapkan dalam permohonan dan pengajuan STNK khusus dan rahasia.

Misalnya, untuk instansi pemerintah harus ada surat permohonan dari eselon satu setingkat direktur jenderal (dirjen) ke atas.

Sedangkan untuk pejabat TNI Polri harus diketahui oleh kepala kesatuan masing-masing yang dilengkapi tanda tangan.

"Lalu kedua harus dapat rekomendasi baik dari Propam atau Intel untuk instansi di luar Polri itu dari intel, kalau dalam Polri itu dari Propam," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (19/1/2022).

Baca juga: MKD DPR RI Sosialisasikan Kode Etik Pemakaian Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Khusus bagi Anggota DPR

Baca juga: Pelat Nomor Kendaraan Rachel Vennya Curi Perhatian, Sempat Dikira Punya Pejabat

Ketiga, pemohon juga harus melampirkan STNK sah dan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) sah yang berlaku.

Pelat nomor BPKB dan STNK juga harus B sesuai wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Apabila syarat sudah lengkap, pihak kepolisian akan mengecek fisik kendaraan disertai foto kopi kartu identitas atau kartu tanda anggota (KTA) pejabat pemohon kendaraan tersebut.

Sebelumnya banyak pelanggaran lalu lintas dilakukan pelat nomor khusus.

Hal itu membuat Polda Metro Jaya akan memperketat permohonan STNK khusus atau rahasia.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa dalam tiga hari saja sudah 124 mobil berpelat nomor khusus melanggar aturan lalu lintas.

Pelanggaran beragam mulai dari langgar ganjil genap, penggunaan rotator dan sirine tidak sesuai, dan bahu jalan.

"Maka selanjutnya dalam rangka penertiban terhadap STNK khusus dan rahasia, mulai dari minggu ini kami sudah melakukan pengetatan terhadap permohonan STNK rahasia atau khusus," ujarnya.

Pengetatan berlaku baik untuk permohonan baru atau perpanjangan STNK khusus dan rahasia.

Surat permohonan juga harus ditandatangani minimal eselon satu di Kementerian atau di instansi pemohon.

Hal itu juga berlaku bagi perpanjangan STNK khusus.

"Artinya bagi yang sudah mendapatkan nomor tersebut kemudian habis masa berlakunya ketika akan diperpanjang kami akan ketatkan persyaratan," ujar Sambodo.

Menurut dia, tidak semua STNK rahasia atau khusus mendapatkan izin perpanjangan. 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved