Gerbang Mapan Bikin Nelayan Ketapang Punya Rumah yang Lebih Layak

Ketapang Aquaculture bakal jadi tuan rumah Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA), Oktober 2022.

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Tribuntangerang.com/Alex Suban
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar memanen udang di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Jumat (21/1/2022) 

TRIBUNTANGERANG.COM, MAUK -- Satu dekade lalu, Ketapang adalah sebuah desa nelayan di pesisir utara Kabupaten Tangerang yang memprihatinkan.

Desa yang berjarak sekitar 25 km arah barat daya Bandara Soekarno-Hatta ini mengalami kerusakan lingkungan yang berdampak kepada perekonomian warga.

Salah satu kerusakan lingkungan adalah pendangkalan di muara sungai sehingga perahu nelayan harus ditambatkan di lokasi yang jauh dari tempat pelelangan ikan (TPI).

Di sisi lain, abrasi juga mengikis daratan hingga sejauh sekitar 1 km.

Ketapang 2

Kondisi tersebut mulai berubah setelah Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mencanangkan Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, sebagai kawasan konservasi mangrove, pada tahun 2013 lalu. Seiring penanaman mangrove, program Ketapang Aquaculture pun digulirkan.

Ahmed Zaki juga menerapkan program unggulan Gerakan Pembangunan Masyarakat Pantai (Gerbang Mapan) di Desa Ketapang.

Kini, sebagian pantai Desa Ketapang telah ditumbuhi berbagai jenis mangrove. Lumpur yang mengendap di muara sungai disingkirkan sehingga perahu bisa ditambatkan di dekat TPI.

Pemkab Tangerang juga merelokasi warga ke rumah yang lebih layak. Rumah berdinding tembok dan berlantai keramik warna putih itu dilengkapi listrik, air bersih, serta WC komunal.

Ketapang 3

Lebih dari itu, kawasan konservasi mangrove dan ekowisata Ketapang Aquaculture bakal jadi tuan rumah event internasional Partnership in Environmental Management for the Seas of East Asia (PEMSEA) Network of Local Government (PNLG) Meeting Summit 2022 pada Oktober mendatang.

Ahmed Zaki Iskandar optimis acara PEMSEA berjalan lancar. "Kita memastikan kesiapan semuanya. Ketapang Aquaculture akan menjadi tempat untuk PEMSEA Meeting Summit 2022," katanya ketika mengunjungi Desa Ketapang, Jumat (21/1/2022).

PEMSEA Meeting Summit merupakan agenda rutin asosiasi kota-kota pesisir pantai di Asia Timur. "Nanti ada sekitar 12 negara mitra PEMSEA yang akan berkunjung ke Desa Ketapang," katanya.

Ahmed Zaki yang juga Wakil Presiden PNLG menjelaskan acara tersebut berangkat dari keberhasilan program Gerbang Mapan yang merupakan kerja sama berbagai pihak untuk merehabilitasi pesisir pantai. Menurut dia, melalui program Gerbang Mapan, kehidupan masyarakat pesisir dapat menjadi lebih baik.

Untuk penataan masyarakat, diberikan program pembangunan rumah, diberikan perahu, hingga jaring ikan. Langkah ini dilakukan karena semakin hari nelayan semakin jauh mencari ikan akibat abrasi. "Ada 200-an kepala keluarga yang menjadi nelayan di Ketapang, kita dirikan koperasi dan dilakukan pembangunan rumah lewat kolaborasi Kementerian PUPR, pemprov dan pemkab. Disediakan juga air bersih lewat Perumdam," kata Ahmed Zaki.

Penataan ekosistem pesisir pun menunjukkan hasil yang gemilang. "Keberhasilan bisa dilihat dari penataan ekosistem pesisir mulai dari masyarakat hingga lingkungannya. Konservasi mangrove sudah dimulai dari 2013, sekarang sudah terlihat hasilnya," ujar Ahmed Zaki Iskandar.

Ketapang 4

Di Ketapang Aquaculture ada 16 varietas mangrove dan lebih dari 200.000 pohon dan bibit mangrove. Penanaman mangrove tersebut akan memberikan dampak positif pada lingkungan seperti mencegah abrasi dan meningkatkan kualitas air yang menjadi habitat satwa laut.

Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, kualitas air yang membaik menyebabkan terjadinya peningkatan produksi ikan dan udang di tambak. "Ikan dan udang di tambak bisa mencapai ukuran yang besar karena kualitas airnya bagus," paparnya. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved