Masuk Tanpa Izin, Dua Kru Pesawat Kargo Asal China diamankan Imigrasi Bandara Soetta

Dua Kru Pesawat Kargo Asal China, Diamankan Imigrasi Bandara Soetta, Karena Masuk Indonesia Tanpa Izin

Angkasa Pura I
Pesawat kargo Boeing 777 Freighter milik maskapai Qatar Airways 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta mengamankan dua orang asal China.

Dua orang kru pesawat kargo non reguler asal China, diamankan pada Kamis (20/1/2022) lalu pukul 15.25 WIB.

Keduanya diamankan karena tidak melaporkan diri masuk ke wilayah Indonesia, sesuai dengan Permenkumham No. 44 Tahun 2015, Pasal 4 Ayat 1 huruf a dan b, tentang penanggung jawab alat angkut yang harus melaporkan kedatangannya ke pihak imigrasi 48 jam sebelum kedatangan untuk pesawat non reguler.

Selain itu, pihak pesawat juga wajib menyerahkan daftar penumpang dan awak alat angkut untuk diserahkan kepada pejabat imigrasi.

Baca juga: Penerbangan Batik Air Dialihkan ke Bandara Soekarno-Hatta saat Halim Perdanakusuma Direvitalisasi

"Jadi berdasarkan kronologis, telah tiba dua orang warga negara Tiongkok yang merupakan kru alat angkut CP Airlines dengan nomor penerbangan CYZ25, yang merupakan penerbangan non reguler pengangkut barang atau cargo di bawah tanggung jawab sebuah PT berinisial URI," ujar Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Romi Yudianto, dalam keterangan resminya, Minggu (23/1/2022).

"Namun dua orang tersebut tidak didaftarkan dalam manifes crew pesawat tersebut, sehingga kami menduga crew tersebut melakukan pelanggaran tertera pada Permenkumham No. 44 Tahun 2015 tersebut," jelasnya.

Atas dugaan pelanggaran itu, dua orang kru pesawat kargo tersebut diperiksa dan ditahan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta, untuk sementara waktu.

"Jika memang ditemukan pelanggaran, maka terhadap awak alat angkut tersebut akan kita kenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan terkait keimigrasian yang berlaku," tegasnya.

Baca juga: Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya

Romi juga menerangkan, pihaknya tidak hanya memeriksa dua crew pesawat kargo tersebut, melainkan melakukan pemeriksaan terhadap PT berinisial URI sebagai perusahaan kargo yang mendatangkan dua crew pesawat kargo yang tanpa izin masuk ke Indonesia tersebut.

"Jika pelanggaran tersebut terbukti, PT. URI selaku penanggung jawab alat angkut dapat dikenai sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan terkait keimigrasian yang berlaku," pungkas Romi Yudianto. (M28)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved