Lewat Festival Bisnis Terbesar, BMI Serukan Kolaborasi Ekosistem Bisnis Koperasi

Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI) menghelat BMI Coop Festival 2022 di Spring Club Summarecon Serpong, Tangerang, Senin (24/1/2022).

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
Istimewa/klikbmi.com
Presiden Direktur Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI), Kamaruddin Batubara, dalam BMI Coop Festival 2022 yang dihelat di Spring Club Summarecon Serpong, Tangerang, Senin (24/1/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KELAPADUA -- Kerja sama antar koperasi dan kerja sama pelaku bisnis pada ekosistem koperasi menjadi hal yang harus segera terwujud.

Kekuatan koperasi dalam membangun bisnisnya memang bertumpu pada kekuatan anggota.

Namun kolaborasi dan sinergi besar dalam ekosistem bisnis koperasi akan melahirkan kekuatan yang dahsyat.

Hal ini ditegaskan oleh Presiden Direktur Koperasi Benteng Mikro Indonesia (BMI), Kamaruddin Batubara, dalam BMI Coop Festival 2022 yang dihelat di Spring Club Summarecon Serpong, Tangerang, Senin (24/1/2022).

BMI Coop Festival 2022 adalah festival bisnis terbesar yang berhasil diselenggarakan di awal tahun 2022.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini diikuti ratusan partisipan yang terdiri dari unsur koperasi berskala besar Indonesia, mitra-mitra bisnis dan keuangan, anggota, pengusaha yang tergabung pada berbagai asosiasi bisnis, unsur Kadin, Hipmi, pelaku fintech, perguruan tinggi, dan wakil pemerintah.

Acara tersebut juga sangat istimewa karena menjadi ajang pembicaraan dengan koperasi Malaysia yang diwakili oleh Presiden Angkasa, Presiden ASEAN Cooperative Org, Vice Presiden ICA AP dan pengurusi Trae and Business ICA AP yakni Dato H Abdul Fatah Abdullah. Dialog yang dipandu oleh Shahnaz berlangsung menarik dan membuka silaturahmi bisnis koperasi Indonesia dan Malaysia.

Baca juga: Mau Bikin Akta atau Kartu Keluarga? Kini Bisa Dilakukan Sambil Rebahan

Kamaruddin Batubara mengatakan bahwa BMI Coop Festival 2022 merupakan ajang kontestasi bisnis yang melibatkan pelaku-pelaku bisnis di ekosistem koperasi di Indonesia. "Kita berharap terjadi kolaborasi bisnis antara pelaku bisnis UKM, koperasi dan pelaku bisnis besar. Koperasi BMI mengambil peran untuk mempertemukan pelaku bisnis dengan investor," ujar penggagas model BMI Syariah ini.

Lebih lanjut, Kamaruddin Batubara mengatakan, untuk menghidupkan ekonomi perlu dibuat pertemuan antara supply dan demand. Ada sebagian dari kita memiliki sistem bisnis yang sudah memiliki manajemen mapan sementara ada sebagian dari kita memiliki dana yang cukup untuk berinvestasi.

"Inilah yang kita pertemukan. Pertemuan antara ide dan gagasan serta praktik bisnis yang teruji dengan pendanaan yang cukup akan melahirkan sirkuit ekonomi yang mampu membangun kolaborasi besar dengan menjadikan koperasi sebagai posisi sentral," katanya.

Baca juga: Acara G20 Batal Digelar di Bali Dipindah ke Jakarta, Wagub Ariza: DKI Fokus Banjir dan Omicron

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved