Wawanca Eksklusif

Dirut Taman Impian Jaya Ancol Ceritakan Masa-masa Sulit Selama Pandemi

Salah satu upaya yang dilakukan Ancol di masa pandemi adalah membuat inovasi wisata rekreasi digital

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ign Prayoga
TribunTangerang.com
Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol Budi Aryanto 

Setelah tutup total, kami boleh buka dengan regulasi yang pertama harus domisili DKI, kemudian anak wajib di atas 12 tahun kemudian dewasa di bawah 70 tahun.

Ini tentunya sangat membatasi jumlah pengunjung yang datang selain masalah kuota.

Di saat anak-anaknya tidak bisa main ke Ancol, otomatis keluarga enggak mau. Di tahun 2021, kami juga mengalami beberapa kali penutupan.

(Bila ditotal) Kurang lebih dari 2020 sampai 2021, (kami tutup) enam bulan.

Padahal harusnya kami panen rekreasi seperti momen lebaran dan akhir tahun. (Saat pandemi) Itu kami justru harus tutup.

Selama tutup tadi, berarti zero revenue?

Betul sampai zero revenue, kami close.

Dalam situasi normal, berapa pengunjung per hari?

Kami kalau weekday sekitar 15.000 sampai 20.000. Kalau weekend rata-rata bisa 60.000 pengunjung.

Bagaimana nasib karyawan, ada yang sampai dirumahkan?

Sampai saat ini kami tidak ada PHK atau merumahkan karyawan.

Jadi karyawan tetap bekerja seperti biasa kalau pun ada pegawai yang kontrak atau alih daya, ini juga diatur supaya mereka kebagian jam tugas, bergiliran.

Sehingga pada saat kami tutup ada istilah yang namanya BTT (bersama turun tangan).

Baca juga: Perawatan Kulit untuk Perempuan digunakan Pria, Kenapa Nggak?

Jadi teman-teman ini yang biasa di belakang meja, di back office pada saat kami tutup kemarin, mereka yang menyapu, membersihkan toilet, menjaga keamanan, menjadi sekuriti karena bagaimana pun banyak yang harus kami pelihara.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved