Edukasi
Layanan Kesehatan Terpadu Berbasis Teknologi Semakin jadi Kebutuhan Masyarakat
Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Bukan waktu yang singkat. Kondisi ini membuat kesehatan fisik dan mental terganggu
TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Bukan waktu yang singkat. Kondisi ini membuat kesehatan fisik dan mental banyak orang menjadi terganggu.
Menurut data dari Survei Krisis Global PWC 2021, 80 persen pemimpin perusahaan di seluruh dunia mengatakan organisasi mereka menyadari pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental karyawan mereka selama pandemi.
Di waktu yang bersamaan, Good Doctor turut merasakan peningkatan minat korporasi terhadap layanan kesehatan digital yang holistik untuk mengelola kesehatan organisasi secara cerdas.
Hingga saat ini, perusahaan teknologi kesehatan ini berhasil menjalin kerja sama dengan lebih dari 1.000 mitra asuransi dan perusahaan di Indonesia.
Baca juga: Lima e-commerce ini Dukung Pemerintah Menghentikan Peredaran Barang Palsu dan Bajakan
Berbekalkan pengalaman kerja sama dengan berbagai organisasi, Good Doctor menyadari pentingnya memperdalam kolaborasi dengan lebih banyak pemimpin bisnis untuk meningkatkan pengetahuan mengenai hambatan dan titik masalah untuk mengakses layanan kesehatan kritis di dalam ataupun di luar tempat kerja.
Managing Director Good Doctor, Danu Wicaksana, mengatakan sebagai penyedia layanan kesehatan terpadu berbasis teknologi, senantiasa berupaya untuk berinvestasi dan mengembangkan strategi bisnis yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.
"Untuk mencapai hal ini, kami menyadari pentingnya kolaborasi mendalam dengan para pemimpin industri yang berpikiran sama untuk sepenuhnya memahami hambatan yang ada dalam ekosistem pelayanan kesehatan," katanya, Sabtu (29/1/2022).
Selain itu, juga dipertimbangkan peran strategis dari pengembangan fitur dalam aplikasi dan peningkatan yang dirancang dengan seksama untuk membuat perubahan yang berarti dan perbedaan yang berdampak dalam kehidupan pengguna.
Baca juga: Wahyu Kecewa Tak Lolos Persyaratan Sebagai Peserta Donor Darah, ini Syarat Donor Darah
Danu melanjutkan, guna memaksimalkan pendekatan digital-first untuk mengelola layanan kesehatan, Good Doctor menghadirkan ribuan spesialis medis di platform dengan lebih dari 26 departemen spesialisasi klinis yang berbeda dan ribuan dokter umum.
"Kami optimis bahwa tahun 2022 akan menjadi kesempatan untuk memperkuat kemitraan yang sudah ada dan bekerja dengan lebih banyak mitra korporat, asuransi, apotek, dan fasilitas kesehatan untuk meningkatkan akses pasien ke layanan kesehatan digital kami," imbuhnya.
Saat ini ditengah merebaknya kasus Covid-19 di tanah air, tindakan preventif dan proaktif sangat penting untuk mendukung kebangkitan ekonomi lokal melalui berbagai upaya penguatan aset paling berharga dalam sebuah perusahaan, yaitu karyawan.
Melalui kemitraan B2B (business to business), Good Doctor akan menyediakan beragam layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
Pertama menghadirkan layanan dokter prioritas di mana pengguna mendapat akses kepada dokter pilihan mereka dan tidak akan diubah ke dokter lain saat pasien ingin kembali berkonsultasi.
Selain itu, Good Doctor juga menyediakan layanan lainnya seperti Corporate Wellness dimana pelanggan dapat menggunakan layanan manajemen berat badan, kesehatan mental dan lainnya, layanan pembelian dan pengantaran obat, edukasi dalam format webinar sesuai kebutuhan korporat, penawaran spesial khusus untuk anggota B2B, serta layanan tambahan seperti pemeriksaan dan vaksinasi Covid-19.
"Layanan kesehatan digital semakin banyak digunakan dan peran telemedisin di kalangan masyarakat Indonesia semakin menguat," kata Danu.
Melvin Vu, CEO Regional Good Doctor Technology, mengatakan, pada tahun 2022, Good Doctor berkomitmen untuk mencapai misinya dalam menyediakan Satu Dokter untuk Setiap Keluarga dengan memperkuat penawarannya untuk kemitraan B2B dan memperdalam kemitraan strategis untuk bersama-sama mengatasi kesenjangan yang ada dalam ekosistem layanan kesehatan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tangerang/foto/bank/originals/ilustrasi-telemedicine.jpg)