Anggota DPR Menilai Tindakan Tegas belum Terlihat Terhadap Mafia Pupuk Subsidi

Mafia pupuk biasanya bercokol di area distributor, penyalur dan area lain yang berkaitan dengan produksi.

istimewa
mafia pupuk subsidi sangat meresahkan para petani 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA  - Dugaan adanya sindikat mafia pupuk subsidi dilontarkan Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin.

Keberadaan mafia pupuk subsidi belakangan ini sudah sangat meresahkan petani.

Tindakan tegas yang belum terlihat terhadap mafia pupuk subsidi disinyalir jadi makin suburnya praktik tersebut.

Menurut Andi, mafia pupuk biasanya bercokol di area distributor, penyalur dan area lain yang berkaitan dengan produksi.

Baca juga: Hasil Pembakaran Sampah hingga 2 Ton per Hari, Banksasuci Daur Ulang jadi Semen, Bata, hingga Pupuk

"Namun tindakan tegas yang membuat efek jera kepada mereka masih belum terlihat di lapangan," ucap Andi Akmal, melalui keterangannya, Senin (31/1/2022).

Alhasil para mafia pupuk subsidi tersebut dengan leluasa melakukan perbuatannya yang berakibat langsung terhadap eksistensi para petani.

“Oleh karena itu, praktik-praktik yang merugikan negara dan rakyat Indonesia semacam ini masih terus berlangsung,” kata anggota Fraksi PKS itu.

Menurut Andi Akmal, langkanya ketersediaan pupuk subsidi diduga kuat lantaran ada yang bermain dengan menahan stok dan merusak distribusi.

Baca juga: Mad Romli: Budidaya Manggot Sangat Bernilai Ekonomi untuk Pakan Ternak dan Pupuk

Kondisi semacam ini, dampaknya akan berujung tingginya harga pupuk subsidi di lapangan hingga berada di atas harga eceran tertinggi (HET).

"Sosialisasi digitalisasi kios resmi pupuk subsidi juga masih kurang, terutama digitalisasi di daerah yang kurang akses jaringan internet," katanya.

Untuk itu pemerintah dan masyarakat diminta ikut serta dalam mengawasi pergerakan mafia pupuk subsidi yang selama ini meresahkan petani.

Ketua Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Yadi Sofyan Noor meminta pengawasan terhadap penyaluran pupuk bersubsidi dilakukan dengan terstruktur dan sistematis.

Baca juga: Nyawa Dino Patti Djalal Nyaris Melayang Gara-gara Bongkar Kasus Mafia Tanah

Distribusi pupuk bersubsidi yang bermasalah di lapangan tidak lepas dari lemahnya pengawasan serta keberpihakan pemerintah terhadap petani yang saat ini perlu didorong kembali.

"Kita punya cita-cita swasembada, tapi perlu dukungan buat petani. Mestinya data penerima pupuk dan penyaluran clear di tingkat bawah. Jangan kalau ada masalah dilempar ke pusat," katanya.

Sebelumnya Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menangkap AEF dan MD, dua orang pelaku penimbunan pupuk subsidi di Kabupaten Tangerang, Banten.

Kedua tersangka yang ditangkap pada Minggu (30/1/2022) dianggap telah merugikan negara dan petani sebesar Rp 30 miliar lantaran menimbun pupuk bersubsidi yang ditujukan kepada petani. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved