Virus Corona

Mabes Polri Akui Ada Kelemahan Dalam Karantina Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengakui ada kelemahan dalam sistem karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Penulis: Desy Selviany | Editor: Hertanto Soebijoto
Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Acara peluncuran aplikasi Monitoring Karantina Presisi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Kamis (6/1/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, KEBAYORAN BARU - Mabes Polri mengakui ada kelemahan dalam sistem karantina pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Kelemahan itu ada pada pengawasan di Bandara kedatangan orang dari luar negeri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan hal itu dilihat dari kasus-kasus mafia karantina kesehatan yang pernah ditangani Polri.

"Kelemahannya adalah di pengawasan bandaranya, dari mulai pintu kedatangan, pelaku perjalanan keluar dari pesawat ini ada oknum-oknum yang menyalahgunakan kewenangannya," ungkap Dedi di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/2/2022).

Dedi mengatakan, ada oknum-oknum anggota yang menjemput kemudian menawarkan jasa lolos dari karantina kesehatan.

Dari tawaran itu, warga negara asing (WNA) atau pelaku perjalanan akan resah dan tergiur untuk ikut tawaran tersebut.

Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Bakal jadi Tempat Karantina para Jemaah Umroh

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Kirim Surat ke Presiden Jokowi Terkait Kebijakan Karantina Atlet

Dedi memastikan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak agar dapat memutus celah permainan tersebut.

Mabes Polri mengeluarkan aplikasi monitoring presisi untuk memantau kedatangan dari luar negeri.

Aplikasi akan memantau pelaku perjalanan mulai dari keluar pesawat hingga masuk ke hotel karantina yang ditentukan.

Baca juga: Sempat Dikira Kabur Karantina, Data 2 WNA Ternyata Lupa Dihapus

"Jadi jangan sampai ada pelanggaran lagi dan harus sama-sama kita tegakkan apa yang menjadi regulasi dan aturan dari pemerintah yang sudah diputuskan," tandasnya. (Des)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved