Pandemi Covid19

Jokowi Dikritik Karena Timbulkan Kerumunan, Istana Beri Klarifikasi

Presiden Joko Widodo dikritik karena kegiatannya menimbulkan kerumunan warga di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Ign Prayoga
Tangkap layar Twitter @QaillaAsyiqah
Tangkap layar video viral kerumunan masyarakat saat kunjungan Presiden Jokowi ke Kabupaten Toba, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Presiden Joko Widodo menjadi sorotan terkait kegiatannya menimbulkan kerumunan warga di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Video yang merekam kegiatan bagi-bagi kaus oleh Presiden Joko Widodo kepada warga menjadi viral di media sosial.

Video tersebut diambil saat Presiden Jokowi mengunjungi Pasar Porsea di Kabupaten Toba pada Rabu (2/2/2022).

Dalam video terlihat Jokowi yang baru turun dari mobil dikerumuni masyarakat. Masyarakat tampak ingin mendekatinya sambil terus memanggil nama Jokowi.

Meski sudah dihalangi petugas keamanan dan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), warga merangsek mendekati Jokowi.

Ketika Jokowi membagikan kaus, masyarakat semakin antusias dan berebutan menerima kaus yang dilemparkan Jokowi.

Video itu pun mendapatkan kecaman dari sejumlah tokoh dan warganet. Mereka mempertanyakan, mengapa presiden seolah terbiasa melakukan hal yang berulang, yang dapat menimbulkan kerumunan.

"Lempar-lempar kaus, lalu yang disalahkan masyarakat," tulis pegiat media sosial Sammy Notaslimboy.

"Apakah keberadaan hukum tak sama terhadap semua warga? Kunjungan Presiden Jokowi ke Porsea Sumut membuat kerumunan yang hingar bingar: mungkin aturan proses hanya berlaku untuk IB HRS dkk saja, yaa bung," tulis @dek_bintank.

Baca juga: 10 Staf OPD di Kota Tangsel Terpapar Covid-19, Masih Ditelusuri Penyebaran Virus

Akun Twitter @cybsquad_ juga melempar kritik. "Pak Jokowi bagi-bagi kaus di Pasar Induk Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara (Sumut) (3/Feb/2022). Prokesnya mana?" tulis dia seraya menyematkan tagar #HukumTebangPilih.

Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono memberikan tanggapan atas video yang viral itu.

Dia menjelaskan sulitnya mengatur jarak masyarakat saat Jokowi datang.

"Mereka sangat antusias. Contohnya di Kabupatan Dairi, sejak 1974 tahun baru ini presiden hadir di kabupaten itu sehingga antusias," kata Heru, Jumat (4/2/2022).

Saat disinggung apakah ada cara lain agar momen menyapa presiden dan momen pembagian kaus tidak menimbulkan kerumunan, Heru mengatakan, hal itu sulit dilakukan.

Baca juga: Kasus Covid-19 Marak di Lingkungan Liga 1, Arema dan Persija Perketat Interaksi dengan Orang Asing 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved