Virus Corona

CARA Mengatasi Gangguan Psikosomatik Akibat Lonjakan Kasus Positif Covid-19

Divisi Psikosomatik dan Paliatif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–Rumah sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) menuturkan bahwa pandemi Covid-1

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Hertanto Soebijoto
halodoc.com
Gangguan psikosomatik merupakan keluhan fisik (somatik) yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi (psikis). Foto: Ilustrasi. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Sejumlah pakar memprediksikan bahwa Indonesia sudah mulai memasuki gelombang ketiga Covid-19.

Kondisi ini ditandai dengan peningkatan jumlah kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Peningkatan kasus ini didorong oleh penyebaran cepat varian baru virus corona, yaitu omicron.

Video: Vicky Shu Positif Covid-19, Rasakan Gejala di Tenggorokan dan Hidung

Dengan kasus positif Covid-19 yang terus meningkat, tentunya akan menimbulkan rasa cemas dan panik pada masyarakat.

Hal itu merupakan masalah serius yang harus segera diidentifikasi dan ditangani.

Maka dari itu, diperlukan edukasi kepada masyarakat untuk mengatur gejala panik sehingga dapat terkendali dan meminimalisasi panik yang berlebihan.

Baca juga: LUHUT: Anda Tanggung Jawab Jika Ada Warga yang Meninggal Dunia karena Tidak Divaksin

Baca juga: POLDA Metro Tarik Kebijakan Crowd Free Night di 10 Wilayah DKI yang Baru Diberlakukan, Ini Alasannya

Hamzah Shatri selaku dokter dari Divisi Psikosomatik dan Paliatif Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia–Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (FKUI-RSCM) menuturkan bahwa pandemi Covid-19 varian omicron berhubungan dengan peningkatan terjadinya gangguan psikosomatik.

”Gangguan ini dapat terjadi pada mereka yang terinfeksi virus maupun yang tidak. Rasa khawatir akan tertular, khawatir mengenai stigma, pengalaman pandemi, isolasi sosial merupakan beberapa faktor yang dapat menimbulkan gangguan psikosomatik saat pandemi,” ujar Hamzah dalam keterangan resmi, Selasa (8/2/2022).

Gangguan psikosomatik merupakan keluhan fisik (somatik) yang timbul atau dipengaruhi oleh pikiran atau emosi (psikis).

Gangguan psikosomatik terbagi dua, yaitu psikis dan somatik. Gangguan psikis meliputi gangguan cemas (ansietas), depresi, gangguan tidur, dan fatigue (lelah) akut maupun kronik.

Baca juga: MASIH Tinggi Harga Minyak Goreng di Agen, Begini Cara Pedagang Kelontong Menyiasatinya

Sementara, gangguan psikis akan merasakan keluhan seperti sakit kepala, pusing, jantung berdebar-debar.

”Gangguan ini dapat memicu kambuhnya penyakit somatik seperti maag, hipertensi, serangan jantung, dan stroke. Bahkan, jika stres terjadi terus menerus dapat berujung pada kematian,” ucapnya.

Pengabaian masalah psikosomatik

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved