Ada Kewajiban Karantina baik di Arab Saudi dan di Tanah Air Biaya Umroh Jadi Membengkak

Biaya ibadah umroh naik. Bertambahnya biaya ini karena adanya kewajiban karantina baik di Arab Saudi maupun saat tiba di tanah air dan juga tes PCR

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
instagram @makkah_madinah
Biaya umroh jadi membengkak adanya tambahan karantina serta tes PCR 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG – Selama masa pandemi Covid-19, layanan haji dan umroh banyak yang mengalami kendala.

 Salah satunya masalah biaya juga jadi membengkak dari biaya sebelum pandemi.

Bertambahnya biaya ini karena adanya kewajiban karantina baik di Arab Saudi maupun saat tiba di tanah air.

Sama seperti penginapan saat ibadah haji dan umroh, saat karantina pun jenis penginapan juga beragam.

Ada yang bintang 5, atau bintang 3.

Baca juga: Asrama Haji Pondok Gede Bakal jadi Tempat Karantina para Jemaah Umroh

Bahkan bila di tanah air bisa di hotel, Wisma Atlet atau Asrama Haji Pondok Gede.

Banyaknya variasi pilihan itulah yang membuat biaya haji dan umroh juga sangat bervariasi.

“Layanan haji dan umroh bagi umat harus lebih baik. Terlebih masa pandemi saat ini. Bahkan untuk menentukan harga saja harus lebih transparan. Hal ini menyangkut adanya karantina. Adanya keharusan karantina ini juga membuat biaya menjadi bertambah,” kata  Ketua Umum Mutiara Haji (Majelis Utama Travel Indonesia Arahan Haji dan Umrah) Khalid Z.A Basalamah belum lama ini.

Ia mengatakan, para Jemaah harus lebih teliti dalam melihat travel yang melayani haji dan umrah. Jangan hanya melihat dari sisi harga juga, tapi teliti apakah benar yang ditawarkan.

Baca juga: Lebih dari 800 Jemaah Umroh Sudah Berangkat dari Asrama Haji Pondok Gede

Ada travel ‘nakal’ yang  menjual hotel bintang 5  tapi sebenarnya hotel tersebut bintang 4 bahkan bintang 3.

“Kami tidak ingin seperti itu. Kalau memang hotel bintang 5 ya bintang 5, kalau bintang 4 ya bintang 4, begitu juga kalau memang kami  menjual paket bintang 3 ya dapat bintang 3,” tuturnya.

Kelengkapan administrasi juga perlu dilakukan dan kerap menyebabkan masalah dalam pelaksanaan umrah.

 Imbasnya,  belum lama ini sejumlah negara termasuk Malaysia sudah diizinkan masuk Arab Saudi, namun Indonesia belum diizinkan masuk.

Baca juga: Keberangkatan jemaah Umroh akan dievaluasi Setelah 15 Januari 2022, Terkait Meningkatnya Covid-19

Padahal sejauh ini , Jemaah haji Indonesia sudah punya penilaian positif. Mereka dikenal sabar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved