Lifestyle

Telemedicine pada Penyandang Diabetes Melitus, Gula Darah Lebih Terkontrol, ini Alasannya

Pemanfaatan telemedicine di era pandemi Covid-19 sudah jadi kebutuhan masyarakat

Penulis: | Editor: Lilis Setyaningsih
pexels/photomix-company
Pengukuran berkala sangat penting untuk penyandang diabetes melitus 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG – Pemanfaatan telemedicine di era pandemi Covid-19 sudah jadi kebutuhan masyarakat.

Pada penderita Covid-19 disaat harus isolasi mandiri, telemedicine jadi solusi menjembatani komunikasi dengan dokter untuk merawat penyakitnya.

Pemanfaatan telemedicine sejatinya juga bisa dilakukan untuk semua penyakit. Dan masyarakat juga memanfaatkan teknologi ini untuk menghemat waktu dan tenaga untuk penyakit yang bisa dilakukan konsultasi lewat online. Salah satunya penyakit Diabetes Melitus (DM).

Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SpPD-KEMD, Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) mengatakan, DM merupakan penyakit kronis yang sifatnya tidak berubah setiap saat, bukan harian, maka tepat sekali untuk menerapkan pelayanan telemedicine pada pasien-pasien DM.

Baca juga: Hati-hati, Ini Ciri-ciri Anda Mengidap Diabetes, Simak Cara untuk Menghindarinya

“Saya yakin bahwa telemedicine juga memperbaiki sekaligus mempercepat akses layanan kesehatan, terutama bagi mereka dengan berbagai kendala,” kata Prof Ketut, Jumat (11/2/2022).

“Kami pernah membuat studi bahwa sekumpulan pertanyaan yang baik bisa memberikan diagnosis yang akurat sekitar 60 persen.  Jadi, dengan telekonsultasi saja sebenarnya sebagian besar pertanyaan sudah bisa dijawab,” kata  dr. Aditiawarman Lubis, MPH, Anggota Bidang Riset dan Publikasi Ilmiah Ikatan Dokter Indonesia (IDI)

Pemeriksaan hanya bersifat menunjang. Jika diperlukan bisa diajukan rujukan.

Head of Medical Good Doctor Technology Indonesia (GDTI), dr. Adhiatma Gunawan, menyatakan telemedicine tidak bisa menyelesaikan 100 persen masalah.

Baca juga: Penderita Diabetes Tidak Ada Pantangan Makan Asal Gizi Seimbang dan Patuhi 3J

“Secara mayoritas kami dapat memberikan analisis. Untuk DM relatif bisa karena tidak fluktuatif setiap hari. Apalagi jika dikaitkan dengan pemantauan gula darah. Alat-alat seperti self monitoring blood glucose meters dapat dilakukan sendiri di rumah. Nanti hasilnya tinggal dikonsultasikan dengan dokter,” imbuhnya.

Selain intervensi layanan kesehatan digital untuk manajemen penyakit kronis yang lebih efektif, telemedicine telah terbukti membantu orang dalam mencapai tujuan kesehatan mereka dengan mempertahankan status kesehatan mereka.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved