Berita Nasional

DUA Kali Bicaranya Disela Silmy Karim saat RDP, Wakil Ketua Komisi VII DPR Usir Dirut Krakatau Steel

Krakatau Steel sudah melakukan banyak pencapaian dari merugi hingga 8 tahun, sampai mampu membukukan laba selama 2 tahun berturut-turut di 2020-2021.

Kompas/Iwan Prasetiya
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Silmy Karim. Silmy Karim diusir dari forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPR, Senin (14/2/2022). 

“Dengan begitu mereka dapat memperjuangkan aspirasi rakyat, yang mendukung kemajuan perusahaan milik negara, dan bukan yang menjatuhkan seperti yang dilakukan oleh Bambang Haryadi,” jelasnya.

Seperti diketahui, RDP antara Komisi VII DPR, Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim, dan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier pada Senin (14/2/2022) diwarnai insden pengusiran terhadap Silmy.

Sejumlah anggota Komisi VII DPR meminta Silmy meninggalkan rapat karena dianggap telah melakukan tindakan yang 'menantang' Komisi VII DPR.

Baca juga: Lama Jadi Anggota DPR, Krisdayanti Rindu Manggung, Namun Terhalang Pandemi Virus Corona

“Untuk menjaga marwah kita punya sidang ini, kalau beliau sudah nantangin gitu ya keluar saja,” kata salah satu anggota Komisi VII DPR, dikutip Kompas.com dari akun YouTube Komisi VII DPR RI Channel.

Keributan di ruang rapat itu bermula ketika Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Haryadi selaku pemimpin rapat mengomentari paparan Silmy mengenai proyek blast furnace atau pembangunan pabrik baja sistem tanur tinggi.

Bambang mengaku bingung lantaran pabrik untuk blast furnace dihentikan, tetapi di sisi lain ada keinginan untuk memperkuat produksi dalam negeri.

Namun, perkataan Bambang itu tiba-tiba dipotong oleh Silmy dengan nada seolah tidak terima dengan pernyataan Bambang.

Baca juga: Berduaan di Kamar Hotel dengan Wanita Mengaku Titisan Nyi Roro Kidul, Anggota DPR Kehilangan Rp4 M

"Yang saya unik ini, bagaimana pabrik untuk blast furnace ini dihentikan, tapi satu sisi ingin memperkuat produksi dalam negeri, ini jangan maling teriak maling gitu lho. Jangan kita ikut bermain pura-puran enggak ikut bermain," kata Bambang.

“Maksudnya maling bagaimana, Pak?" kata Silmy menyela pernyataan Bambang.

Bambang pun menjelaskan apa yang ia maksud, yakni bahwa di satu sisi ada semangat untuk memperkuat industri, tetapi di satu sisi industri tersebut malah dihentikan.

Bambang kembali berbicara dan menyinggung sebuah kasus yang bergulir di Polda Metro Jaya yang melibatkan salah satu anggota Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA), organisasi yang dipimpin Silmy.

Baca juga: Wahidin Halim Persilakan Kabupaten dan Kota Ikut Mengelola Kawasan Banten Lama Sesuai Kewenangan

“Di sini saya sebagai Dirut Krakatau Steel, bukan Ketua IISIA," ujar Silmy menjawab perkataan Bambang.

Dua kali perkataannya disela oleh Silmy, dengan nada tinggi Bambang langsung mengusir Silmy keluar dari rapat karena dinilai tidak menghargai Komisi VII DPR dan jalannya rapat.

“Hormati persidangan ini, ada teknis persidangan, kok kayaknya Anda nggak pernah menghargai Komisi. Kalau sekiranya Anda nggak bisa ngomong di sini, Anda keluar," kata Bambang sambil menunjuk pintu keluar. (faf)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved