Anies Diminta Bergerak Lebih Cepat, 6 Ribu Balita Alami Gizi Buruk di Jakarta

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta August Hamonangan pertanyakan kinerja Pemprov DKI Jakarta atasi gizi buruk

UCLG Aspac
Ilustrasi anak yang alami stunting 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Legislator DKI Jakarta menyoroti adanya ribuan balita yang mengalami gizi buruk dan stunting di Ibu Kota.

Hal itu sebagaimana rilis yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta pada akhir Januari 2022 lalu.

Untuk wilayah Jakarta Timur menyumbang kasus balita gizi buruk tertinggi, yakni 1.826 balita; disusul Jakarta Barat ada 1.823 balita; Jakarta Pusat 989 balita; Jakarta utara 498 balita dan Jakarta Selatan 108 balita.

Sedangkan Pemerintah DKI Jakarta sendiri menargetkan angka stunting turun hingga 0 persen.

Baca juga: Cegah Stunting dan Obesitas Pemprov Banten Kampanyekan Pemenuhan Gizi 

Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta August Hamonangan mengatakan, dari paparan BPS tahun 2020 yang dipublikasikan Januari 2022 kemarin, ada 6.047 anak yang mengalami gizi buruk.

Dia mempertanyakan, kinerja Pemprov DKI Jakarta untuk menjamin hak-hak dasar anak dalam pemenuhan gizi mereka.

Hal ini, kata dia, bertolak belakang dengan nilai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang dimiliki DKI hingga puluhan triliun rupiah.

“Jakarta adalah kota yang memiliki anggaran belanja terbesar di Indonesia, seharusnya Pemprov DKI Jakarta memiliki dana yang cukup untuk memprioritaskan program-program yang dapat menekan angka kasus gizi buruk dan stunting ini,” kata August pada Rabu (16/2/2022).

Baca juga: Sachrudin Ungkap Angka Stunting di Kota Tangerang Terendah di Provinsi Banten

August mengatakan, persoalan pemenuhan gizi yang dilakukan pemerintah sangatlah mudah. Kepala daerah tinggal memerintahkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memprioritaskan pemenuhan gizi anak-anak.

“Ini kan bahaya, karena akan ada ribuan anak Jakarta yang susah berpikir di masa depan karena kekurangan gizi,” ujarnya yang juga menjadi anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta ini.

August meminta Gubernur Anies agar lebih cepat bergerak.

Menurutnya, salah satu faktor yang perlu dituntaskan adalah masalah lingkungan di sekitar tempat tinggal seperti sanitasi, jaringan air bersih, dan penataan permukiman agar menjadi kawasan yang sehat untuk tumbuh kembang masyarakat.

Baca juga: Cegah Stunting, Dinkes Tangsel Lakukan Penyuluhan Kepada Remaja Putri

“Seharusnya Gubernur Anies menuntaskan program penataan kawasan permukiman dengan fokus perbaikan sarana seperti pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK), penyediaan jaringan air bersih, sistem sanitasi dan saluran drainase," kata August

"Gimana mau anak sehat, kalau ibu hamilnya hidup di lingkungan yang tidak sehat, kemarin saja ada wanita meninggal tercebur dari jamban,” jelasnya. (faf)

 

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved