Pilpres 2024

Legislator DKI Ingatkan Anies Kurangi ‘Manggung’ dan Fokus Kerja

Legislator DKI Jakarta mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk fokus bekerja dan mengurangi ‘manggung’.

Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
ilustrasi banjir di permukiman warga Kebon Pala di RW 04 dan 05 Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (17/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Legislator DKI Jakarta mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk fokus bekerja dan mengurangi ‘manggung’ dengan hal-hal yang kurang penting.

Misalnya pengecekan alat pengeras suara di Stadion Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Hal itu dikatakan anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Justin Adrian Untayana untuk menanggapi putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada Selasa (15/2/2022) lalu, yang memenangkan warga korban banjir Kali Mampang, Jakarta Selatan.

Dalam putusannya, Majelis Hakim meminta Gubernur mengerjakan sejumlah tuntutan mulai dari pengerukan Kali Mampang dan pemasangan turap.

Baca juga: Sebanyak 28 RT di DKI Jakarta Kebanjiran Akibat Hujan Semalam

“Kami sudah prediksi dan sudah tidak heran lagi (banjir). Wajar saja Pak Anies dihukum, karena selama lima tahun menjabat, selalu disibukkan dengan hal-hal kontroversial, kebanyakan manggung. Lupa sama upaya pencegahan banjir,” kata Justin berdasarkan keterangannya pada Jumat (18/2/2022).

Justin menyayangkan hal itu karena program pencegahan banjir sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2017-2022 dan sejumlah peraturan daerah (Perda).

Bahkan Pemprov DKI Jakarta juga ditopang oleh anggaran yang besar hingga puluhan triliun rupiah.

“Nggak tahu nunggu apa lagi, masak nunggu Jakarta tenggelam dulu, baru dikerjakan? Segera eksekusi. Salah siapa berarti Jakarta banjir,” ujar Justin dari Fraksi PSI.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga Kebon Pala Terendam Banjir 1 Meter

Justin juga meminta Anies untuk segera melakukan pengerukan total Kali Mampang. Apalagi persoalan banjir tidak pernah terselesaikan sejak dulu.

“Masalah ini nggak akan hilang kalau Pemprov DKI Jakarta juga tidak serius menanggapinya. Kami minta Pak Anies untuk segera mengeruk total Kali Mampang dan membangun turap,” katanya.

“Jangan ditunda-tunda lagi. Ini sudah masuk puncak musim hujan. Masalah kapan akan banjir, kan tidak bisa ditunda-tunda juga. Jadi tolong, disegerakan. Prioritaskan dan tuntaskan,” lanjutnya.

Selain itu, dia juga mengingatkan Pemprov DKI untuk meneruskan upaya pencegahan banjir lainnya, seperti pembangunan waduk, embung dan sebagainya.

Baca juga: Usai Hujan Deras Rabu Malam, Banjir Terjadi di Wilayah Ini

Menurut Justin, semua program penanggulangan banjir harus terintegrasi.

“Semua harus terintegrasi dan ini juga harus diprioritaskan agar pencegahan banjir lebih optimal. Jangan sampai masyarakat harus capek-capek menuntut di pengadilan, harusnya tidak perlu, itu tugas Pemprov DKI menjalankan kewajibannya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, tujuh warga menggugat Gubernur DKI Jakarta untuk mengerjakan sejumlah tuntutan warga. Putusan itu diunggah di website sipp.ptun-jakarta.go.id.

Dalam nomor perkara 205/G/TF/2021/PTUN.JKT, hakim meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengerjakan sejumlah tuntutan warga. Pertama, mengerjakan pengerukan Kali Mampang secara tuntas sampai ke wilayah Pondok Jaya.

Kedua, memproses pembangunan turap sungai di Kelurahan Pela Mampang. “Menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 2,6 Juta,” demikian dikutip dari laman resmi PTUN Jakarta, Kamis (17/2/2022). (faf)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved