Lima Wanita Alumni Universitas Indonesia Menangi Penamaan di Pulau Reklamasi, ini Artinya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan nama jalan, jembatan, taman serta bundaran di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Jak-Ut (21/2/2022)

Tribun Tangerang/Junianto Hamonangan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan nama-nama baru untuk fasilitas di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (21/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan nama jalan, jembatan, taman serta bundaran di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (21/2/2022).

Pada kesempatan itu Anies menetapkan dan mengumumkan pemenang sayembara 'Kita Kasih Nama' yakni Kelompok Glibly, yang terdiri dari lima wanita alumni Universitas Indonesia.

Adapun Kelompok Glibly yang menjadi pemenang sayembara terdiri Annisa Nadhirah, Aprilia Hapsari Putri, Hana Syabila Fazri, Yosephine Ashari dan Rina Sayafia. 

Penamaan ini menyasar lima jalan, tiga jembatan, dua taman, serta satu bundaran sebagai landmark di kawasan Pantai Kita dan Pantai Maju.

Baca juga: Berwisata Ala Pantai di Wana Griya Parung Kabupaten Bogor

Lima jalan yang namanya baru saja ditetapkan masing-masing ialah Jalan Bidara, Jalan Pejapi, Jalan Akasia, Jalan Warakas, dan Jalan Kandeka.

Sementara itu tiga jembatan dengan penamaan baru yakni Jembatan Tataban, Jembatan Linggi, serta Jembatan Baruyungan.

Khusus untuk dua taman yang ada di kawasan pulau reklamasi tersebut kini diberikan nama Taman Asriloka dan Taman Baharia. Sedangkan landmark bundaran dinamai Heritiera.

Anggota Tim Glibly, Annisa Nadhirah mengatakan penamaan bundaran dengan nama Heritiera yang berasal dari nama mangrove melambangkan rumah bagi ekosistem yang ada di sekitarnya.

Baca juga: Pengunjung Taman Impian Jaya Ancol Ditegur Petugas saat Bermain dan Berenang di Pantai

"Filosofis ini sesuai dengan letak bundaran sebagai jantung daerah ini," katanya, di lokasi.

Selanjutnya penamaan Jembatan Linggi, Tataban dan Jembatan Baruyungan mengambil nama dari unsur perahu. 

Jembatan yang menghubungkan kawasan Pantai Indah Kapuk dengan pulau reklamasi dinamakan Linggi lantaran merupakan bagian depan perahu.

Sementara jembatan yang berada di tengah diberi nama Tataban disesuaikan dengan lokasinya yang sesuai dengan bagian tengah atau lesung perahu. 

Baca juga: Lima Rekomendasi Destinasi Wisata dan Satu Lokasi Menginap Wajib Coba Saat Liburan di Kota Kediri

Adapun jembatan yang menghubungkan Jakarta dan Banten diberi nama Baruyungan atau bagian kapal yang terbuat dari bambu diharapkan bisa melambangkan keseimbangan dua daerah itu.

"Kalau nama taman Asriloka diambil dari Bahasa Indonesia, Asri itu indah, Loka itu tempat. Baharia itu bahari berkaitan dengan laut dan ria bahagia," tuturnya.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo, Widi Amanasto mengatakan sayembara penamaan sejumlah jalan hingga jembatan di Pantai Kita dan Pantai Maju adalah bentuk suatu kolaborasi. 

Proses kolaborasi yang melibatkan usulan publik itu sudah dijaring melalui tahapan sayembara. Hasilnya disaring tim juri yang terdiri dari praktisi sejarah, arsitektur, kesenian dan pariwisata. 

"Target kita awalnya 30 peserta. Tapi hasilnya mencapai 182 tim peserta," katanya. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved