Perang Ukraina Rusia

Rusia Gelar Operasi Militer Khusus,TB Hasanuddin Minta WNI di Ukraina Diselamatkan

Konflik Ukraina-Rusia semakin memanas setelah Rusia menggelar operasi militer khusus Ukraina Timur. Anggota DPR TB Hasanuddin minta WNI diselamatkan

Editor: Ign Prayoga
AFP/Sergei Supinsky
Orang-orang berada di tempat terbuka di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv, Kamis (24/2/2022). Serangan di Kyiv terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Konflik Ukraina-Rusia semakin kritis setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan operasi militer khusus di Donbas (Ukraina Timur).

Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin meminta seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina, dapat diselamatkan meskipun eskalasi konflik di wilayah tersebut tengah memanas.

"Informasi yang saya terima ada 148 WNI yang tersebar di Ukraina baik yang telah ada di KBRI atau kerja di sektor formal dan informal lainnya," katanya kepada wartawan, Kamis (24/2/2022).

Hasanuddin berharap agar perang ini tidak meluas, apalagi melibatkan banyak negara.

Baca juga: Kejati Banten Tambah Satu Orang Tersangka Kasus Pungli di Bandara Soekarno Hatta

"Tentu sangat mengkhawatirkan, kita semua berharap agar perang tak meluas lantaran dapat memicu perang dunia ketiga bila kekuatan-kekuatan negara lain bertempur di sana," ujar legislator PDI Perjuangan itu.

Hasanuddin menyatakan, ditinjau dari kekuatan kedua negara, perang tak akan seimbang.

"Saya melihat Rusia menerapkan perang kilat dengan mengerahkan banyak pasukan dan alutsista canggih," ujarnya.

Baca juga: Hindari Salah Sasaran, Penerima KPM Menggunakan Biometrik Melalui Pencocokan Wajah ke Disdukcapil

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan dimulainya operasi militer khusus ke wilayah Wilayah Donetsk dan Luhansk, yang juga dikenal sebagai Donbass, di Ukraina timur.

Ukraina menganggap langkah Rusia ini sebagai sebuah invasi skala penuh oleh Moskow.

Kontak senjata dilaporkan telah pecah di wilayah Donbass sementara pihak Rusia mengonfirmasi telah melancarkan serangan untuk menetralisir sejumlah fasilitas militer Ukraina.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan KBRI Kyiv telah menjalin kontak dengan 138 WNI di Ukraina. Hal ini diungkap Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu, Judha Nugraha. "Melalui WhatsApp grup, kami mendapat informasi WNI di Ukraina masih dalam kondisi yang aman, mereka tetap tenang,” kata Judha pada konferensi pers, Kamis (24/2/2022).

Baca juga: Atta Halilintar Bingung Tentukan Satu dari Tiga Nama yang Telah Disiapkan untuk Buah Hatinya

Dia menjelaskan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah meminta warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina berkumpul di KBRI Kyiv sehubungan dengan keadaan darurat yang terjadi di negara tersebut.

Sebagai informasi, mayoritas WNI ada di kota Kyiv dan Odessa dan beberapa lainnya tersebar di kota lainnya.

"Sesuai dengan rencana kontijensi, kami telah meminta WNI berkumpul ke KBRI yang ada di Kyiv, sedangkan bagi WNI yang kesulitan agar segera menghubungi nomor hotline darurat," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved