Perang Ukraina Rusia

RUSIA Gempur Ukraina Warganya Demo Protes Invasi, Ini Seruan Presiden Volodymyr Zelensky

Ratusan orang itu ditangkap dari serangkaian aksi protes yang digelar di setidaknya 44 kota di seluruh Rusia.

AFP/Sergei Supinsky
Orang-orang berada di tempat terbuka di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv, Kamis (24/2/2022). Serangan di Kyiv terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA --- Sebanyak 850 orang yang terlibat dalam sejumlah aksi demonstrasi memprotes aksi negaranya menginvasi Ukraina, Kamis (24/2/2022) malam, ditangkap pihak keamanan Rusia.

Ke-850 orang itu ditangkap dari serangkaian aksi protes yang digelar di setidaknya 44 kota di seluruh Rusia.

Informasi penangkapan tersebut dilaporkan kelompok pemantau independen OVD-Info kepada CNN yang dikutip Wartakotalive.com, Jumat (25/2/2022) dinihari.

Video: Kekuatan Militer Rusia Gempur Pusat Kota Ukraina

Rusia melarang kelompok demonstrasi yang berunjuk rasa tanpa izin.

Kendati demikian, sejumlah warga menggelar protes atas nama individu sebagai warga negara

Pihak berwenang memperingatkan warga bahwa berpartisipasi dalam protes anti-perang dapat menyebabkan penuntutan dan tuntutan pidana.

Baca juga: Prabowo Subianto: Dalam 24 Bulan Indonesia Akan Punya 50 Kapal Perang Siap Tempur

Sebelumnya, Vladimir Putin berdalih apa yang dilakukan Moskow karena mereka tidak punya pilihan lain selain menyerang Ukraina untuk memastikan keamanan Rusia.

Hal itu disampaikan Putin beberapa jam setelah pasukannya melintasi perbatasan bekas tetangga Sovietnya.

"Apa yang terjadi membuat kami tidak punya pilihan," kata pemimpin Rusia itu.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved