Perang Ukraina Rusia

RUSIA Gempur Ukraina Warganya Demo Protes Invasi, Ini Seruan Presiden Volodymyr Zelensky

Ratusan orang itu ditangkap dari serangkaian aksi protes yang digelar di setidaknya 44 kota di seluruh Rusia.

AFP/Sergei Supinsky
Orang-orang berada di tempat terbuka di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv, Kamis (24/2/2022). Serangan di Kyiv terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina. 

Layanan perbatasan Ukraina juga melaporkan bahwa pasukan Rusia datang dari perbatasan di timur, Belarus di utara, dan Crimea yang terletak di selatan negaranya.

Biden Ancam Putin

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan dan memastikan bahwa keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menyerang Ukraina akan sangat merugikan Rusia.

Baca juga: Indra Kenz Ditahan Usai Jadi Tersangka Kasus Judi Online Aplikasi Binomo, Terancam Pidana 20 Tahun

“Sangat, secara ekonomi dan strategis,” kata Biden dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube NBC News secara langsung, Jumat (25/2/2022) waktu Indonesia dan dilihat Wartakotalive.com.

Menurut Biden, AS dan sekutunya mengumumkan sanksi baru terhadap negara Rusia.

“Putin akan menjadi pariah (manusia terendah-Red) di panggung internasional,” kata Biden.

Biden juga memperingatkan bahwa setiap negara yang berafiliasi dengan Rusia akan 'dinodai oleh asosiasi'.

“Ketika sejarah era ini ditulis, pilihan Putin untuk melakukan perang yang sama sekali tidak dapat dibenarkan terhadap Ukraina, akan membuat Rusia lebih lemah dan seluruh dunia lebih kuat,” kata Biden.

Joe Biden menekankan pentingnya AS dan sekutunya untuk melawan agresi Rusia, dengan alasan bahwa manuver militer Vladimir Putin di Ukraina mengancam kebebasan di mana-mana.

Baca juga: Ada 13 Titik Ganjil Genap di Jakarta Tapi Dokter dan Nakes Bebas, Berikut Ini Daftar Lokasinya

“Agresi ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Jika itu terjadi, konsekuensinya bagi Amerika akan jauh lebih buruk,” kata Biden.

“Amerika berdiri untuk pengganggu. Kami berdiri untuk kebebasan. Ini adalah kami."

Joe Biden mengatakan, dia mengerahkan lebih banyak pasukan AS ke Jerman sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina.

Tetapi dia menekankan bahwa pasukan AS tidak akan dikirim ke Ukraina sendiri.

“Pasukan kami tidak, dan tidak akan, terlibat dalam konflik dengan Rusia di Ukraina,” kata Biden.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved