Perang Ukraina Rusia

RUSIA Gempur Ukraina Warganya Demo Protes Invasi, Ini Seruan Presiden Volodymyr Zelensky

Ratusan orang itu ditangkap dari serangkaian aksi protes yang digelar di setidaknya 44 kota di seluruh Rusia.

AFP/Sergei Supinsky
Orang-orang berada di tempat terbuka di sekitar sisa-sisa peluru di sebuah jalan di Kyiv, Kamis (24/2/2022). Serangan di Kyiv terjadi usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan operasi militer di Ukraina. 

“Pasukan kami tidak pergi ke Eropa untuk berperang di Ukraina, tetapi untuk membela sekutu NATO kami dan meyakinkan sekutu itu di timur.”

Biden menegaskan kembali bahwa AS akan berjuang untuk melindungi setiap inci wilayah NATO dan memenuhi komitmen Pasal 5 untuk membela sekutunya dalam menghadapi meningkatnya agresi Rusia.

Putin Ancam Negara Lain

Sebelumnya, setelah melancarkan serangan dan invasi ke Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengancam negara manapun yang ikut campur dalam peperangan antara Rusia dengan Ukraina yang mulai pecah, sejak Kamis (24/2/2022) pagi.

Melalui pidato tak terduga di televisi nasional, Putin mengancam soal konsekuensi berat bagi negara-negara yang berupaya mengintervensi konflik Rusia dengan Ukraina.

Juga bagi negara-negara yang ikut campur urusan Rusia dengan Ukraina.

 

"Siapa pun yang mencoba mengganggu dan ikut campur urusan kami, dan bahkan menciptakan ancaman bagi negara dan rakyat kami, harus tahu, bahwa tanggapan Rusia akan datang secepat mungkin dan memberikan konsekuensi yang belum pernah Anda alami dalam sejarah Anda," ucap Putin berapi-api dalam pidatonya pada Kamis (24/2/2022).

"Kami (Rusia) siap untuk setiap perkembangan situasi. Semua keputusan yang diperlukan dalam situasi ini telah dibuat," katanya.

Dilansir dari CNN, ancaman itu secara tidak langsung diutarakan Putin terhadap Amerika Serikat dan Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara (NATO) yang selama ini membela Ukraina mati-matian.

Serangan agresif Rusia yang berlangsung, diperkirakan bermula sejak akhir tahun lalu dari wacana ekspansi NATO di timur Eropa dan wacana Ukraina bergabung dengan aliansi tersebut.

Sebelum melancarkan invasi, Putin juga sempat menuntut serangkaian jaminan keamanan kepada NATO, salah satunya menentang Ukraina bergabung dalam pakta tersebut.

"Saya harap. Saya telah didengar," kata Putin.

 

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved