Kolom Trias Kuncahyono

Melihat Ukraina dari Kacamata Rusia

Beberapa perang dimulai ketika tindakan defensif satu negara dianggap mengancam oleh negara lain dan menghasilkan spiral aksi dan reaksi.

Istimewa
Masuknya tentara Rusia ke Ukraina terjadi setelah Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Moskwa digulingkan pada Februari 2014. Foto Ilustrasi: Peta. 

Ketiga,   promosi demokrasi oleh Barat ke wilayah-wilayah bekas republik Uni Soviet, termasuk Ukraina.

Peta kekuatan militer Ukraina-Rusia.
Peta kekuatan militer Ukraina-Rusia. (Global Firepower)


“Tanah Rusia

Dengan rontoknya Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia kehilangan kontrol atas 14 bekas republiknya.

Akan tetapi, bagi Rusia kehilangan Ukraina bagaikan menelan pil yang begitu pahit.

Dewan legislatif Ukraina pada 16 Juli 1990 memproklamasikan kedaulatan Ukraina, dan 24 Agustus 1991, Ukraina menyatakan merdeka; sebuah langkah politik yang kemudian ditegaskan oleh plebisit pada 1 Desember 1991.

Dan dengan pembubaran Uni Soviet, Desember 1991, Ukraina memperoleh kemerdekaan penuh.

Mengapa dengan kehilangan Ukraina, Rusia seperti menelan pil sangat pahit?

Kedua negara, sejak abad ke-9 sudah ada hubungan ketika Kyiv menjadi ibu kota Kyivan Rus, negara Slavic timur pertama yang pada abad ke-10 dan ke-11 merupakan negara terbesar dan terkuat di Eropa.

Pada tahun 988, penguasa Kyivan Rus yakni Pangeran Agung Vladimir memperkenalkan Kristen Ortodoks ke Rusia.

Lebih dari 700 tahun kemudian, 18 Januari 1654, Rusia dan Ukraina menandatangani Perjanjian Pereyaslav (PerejasLaw).

Perjanjian yang dilakukan Rada (Dewan) tentara Cossack di Ukraina ini menjadi dasar penyerahan Ukraina kepada kekuasaan Rusia yang ketika itu di bawah kekuasaan Tsar Alexis (1629-1676).

Kedua negara berbicara bahasa yang dekat, bisa saling memahami.

Banyak orang Rusia merasakan hubungan yang istimewa dengan Ukraina; suatu perasaan yang tidak mereka rasakan dalam hubungan dengan negara-negara bekas Soviet lainnya di Baltik, Kaukasus, dan Asia Tengah.

Karena itu, Putin dalam sebuah artikel, 12 Juli 2021, “On the historic unity of Russians and Ukrainians” yang dipublikasikan dalam website Kremlin menyatakan, Rusia dan Ukraina adalah satu bangsa yang  berbagi “satu ruang bersejarah dan spiritual.”

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved