Tidak Perlu Jauh-jauh ke Luar Negeri, Oktober 2022 Pemkot Jakarta Timur akan Panen Raya Anggur

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan panen raya anggur secara urban farming pada bulan Oktober 2022.

pexels/laura-stanley
Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan panen raya anggur secara urban farming yang berada di permukiman warga, RPTRA, maupun lahan tidur dilakukan pada bulan Oktober 2022. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Tidak perlu jauh-jauh melihat panen anggur di luar negeri. Rencananya pada Oktober 2022 akan ada panen raya anggur di wilayah Jakarta Timur.

Pemerintah Kota Jakarta Timur menargetkan panen raya anggur secara urban farming yang berada di permukiman warga,  Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), maupun lahan tidur.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Hendra Hidayat mengatakan pihaknya optimis panen raya anggur bisa terwujud lantaran banyak warga yang telah melakukan budidaya di lingkungannya.

"Targetnya pada Oktober 2022 akan dilakukan panen raya anggur di Jakarta Timur," ungkap Hendra, Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Andika Hazrumy Sebut Pandeglang dan Lebak Jadi Klaster Pertanian dan Lumbung Padi Banten

Hendra menuturkan pihaknya terus mengimbau jajarannya di tingkat kecamatan dan kelurahan supaya mengajak warga melakukan budidaya anggur di permukiman masing-masing.

Apalagi anggur merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dijual baik dalam bentuk buah maupun olahan.

Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami bangga di Jakarta Timur ada kebun anggur yang dibudidaya secara baik dan menghasilkan yang baik, serta sangat bervariasi,” ungkapnya.

Baca juga: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Luncurkan Penanaman Perdana Porang

Diharapkan ada budidaya anggur serupa Kebun Imut Si Nakal di RW 06 Malaka Sari, Duren Sawit yang bisa mendapat pengakuan dari Kementerian Pertanian dan membanggakan Jakarta Timur.

"Kami berbangga warga kami menjadi acuan petani di Indonesia," ujarnya.

Apalagi ada 65 RPTRA dan 13 rusun yang bisa digunakan untuk pengembangan urban farming dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan, penghijauan, dan meningkatkan ekonomi warga.

“Hingga kini terdapat 77 hektar lahan yang dimanfaatkan sebagai penghijauan produktif,” sambung Hendra.

Selain itu hingga sekarang terdapat 114 kelompok tani dan 17 gabungan kelompok tani (gapoktan) di Jakarta Timur yang aktif bercocok tanam berbagai jenis buah dan sayur mayur. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved