Perang Ukraina Rusia

AS Bantah Kerahkan Drone untuk Bantu Angkatan Laut Ukraina

Rusia menuduh AS memberi bantuan kepada angkatan laut Ukraina, namun AS membantah tuduhan tersebut

Penulis: Ign Prayoga | Editor: Ign Prayoga
AFP/Sergei Supinsky
Personel keamanan memeriksa sisa-sisa ledakan di sebuah jalan di Kyiv Kamis (24/2/2022). 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Amerika Serikat (AS) membantah pihaknya mengoperasikan beberapa drone untuk membantu angkatan laut Ukraina menyerang kapal-kapal Rusia.

Tuduhan AS memberi bantuan kepada angkatan laut Ukraina, dicetuskan juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov.

“Pada 25 Februari malam, selama evakuasi 82 ​​prajurit Ukraina yang secara sukarela meletakkan senjata mereka dari Pulau Zmiiny, sebanyak 16 kapal angkatan laut Ukraina, menggunakan 'taktik gerombolan', mencoba menyerang kapal Rusia,” kata juru bicara kementerian pertahanan Rusia Mayjen Igor Konashenkov dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu (26/2/2022).

“Selama serangan oleh kapal Ukraina di atas area provokasi, kendaraan udara tak berawak strategis AS, RQ-4 Global Hawk dan MQ-9A Reaper, berada di atas," ujar dia.

Baca juga: Melihat Ukraina dari Kacamata Rusia

“Sangat mungkin bahwa drone Amerika yang mengarahkan kapal Ukraina ke kapal armada Laut Hitam Rusia,” kata Konashenkov.

Sekretaris pers Kementerian Pertahanan AS, John Kirby membantah pernyataan Rusia. “Klaim Rusia bahwa Amerika Serikat terlibat dengan cara apa pun dengan operasi angkatan laut Ukraina di dekat Pulau Zmiiny adalah salah. Kami tidak memberikan ISR atau dukungan lainnya. Tuduhan ini menjadi satu kebohongan lagi oleh Kementerian Pertahanan Rusia,” kata Kirby kepada CNN.

Konashenkov juga mengatakan bahwa enam kapal angkatan laut Ukraina hancur tetapi tidak satu pun dari 82 prajurit Ukraina yang terluka.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyatakan, seluruh pejuang Ukraina yang berjumlah 13 orang tewas dalam pemboman di pulau tersebut.

Baca juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Polish Open International Challenge 2022, ini Penyebabnya

Menurut pertukaran audio yang diakui dan dibagikan secara luas, ketika Rusia mendekati pulau itu, perwira Rusia itu erkata, "Ini adalah kapal perang militer. Ini adalah kapal perang militer Rusia. Saya sarankan Anda meletakkan senjata Anda dan menyerah untuk menghindari pertumpahan darah dan hal-hal yang tidak perlu. korban. Jika tidak, Anda akan dibom."

Seorang tentara Ukraina membalas peringatan itu. "Kapal perang Rusia, pergilah sendiri," katanya. Itu adalah kata-kata terakhir yang diketahui terdengar dari pulau itu.

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Tak Perlu Cabut Pergub yang Diteken Ahok soal Penggusuran

Sementara itu, pasukan Rusia telah menyerbu ke Melitopol, Ukraina, dan mengklaim tak mendapatkan perlawanan selama operasi militer khusus yang bertujuan untuk demiliterisasi Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia kepada wartawan setempat.

"Pada malam tanggal 26 Februari 2022, setelah pendaratan amfibi di dekat pemukiman penduduk Azovskoye (Ukraina), unit-unit Rusia berbaris, dan memasuki Melitopol, tanpa mendapatkan perlawanan," katanya.

"Penduduk Melitopol menyambut pasukan Rusia yang bergerak di sekitar kota. Beberapa warga lanjut usia turun ke jalan melambaikan bendera merah," imbuh pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Pelaku Pemalsuan Hasil Tes Swab Antigen, Hasil Tes Ada di PeduliLindungi

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved