Perang Ukraina Rusia

Ratusan WNI di Lokasi Perang Ukraina-Rusia Tunggu Dievakuasi, 79 Orang Sudah Kumpul di KBRI

Ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina menungu waktu yang tepat dan aman untuk dievakuasi dari negara tersebut.

Editor: Ign Prayoga
AFP/Daniel Leal
Prajurit Ukraina berdiri di dekat pengangkut personel lapis baja BTR-3 di barat laut Kyiv pada 24 Februari 2022. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG -- Warga negara Indonesia (WNI) di Ukraina telah berkumpul di gedung KBRI Kiev. Mereka menungu waktu yang tepat dan aman untuk dievakuasi dari negara tersebut.

”WNI masih berkumpul di safe house dan KBRI (Kiev), menunggu waktu yang tepat untuk dievakuasi," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, Sabtu (26/2/2022).

Ia menyebut semua WNI yang ada di Ukraina juga diberikan jaminan keamanan oleh pihak militer Ukraina.

Sementara itu Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, mengungkapkan bahwa jumlah WNI yang berkumpul di KBRI Kiev kini bertambah dari 72 WNI menjadi 79 WNI. Adapun 25 WNI ada di titik safe house di Odessa dan lainnya ada di beberapa tempat di kota.

Baca juga: Melihat Ukraina dari Kacamata Rusia

"Kami terus menjalin kontak dengan para WNI. Jumat (25/2/2022) malam telah diadakan pertemuan virtual dengan seluruh WNI untuk meng-update situasi terakhir dan langkah-langkah pelindungan," katanya.

"Kondisi mereka saat ini aman di titik masing masing. Kita upayakan untuk evakuasi keluar Ukraina jika kondisi rute evakuasi memungkinkan. Komunikasi terus dilakukan dg berbagai pihak untuk membuat jalur aman," imbuh Judha.

Kemlu RI sebelumnya mengatakan sedang membuat rencana evakuasi di Kiev. Meski demikian, Faizasyah dan Judha belum bisa memastikan kapan para WNI ini dapat dievakuasi dari Ukraina. "Kita lihat situasi di lapangan," kata Judha.

Baca juga: Tim Bulu Tangkis Indonesia Mundur dari Polish Open International Challenge 2022, ini Penyebabnya

"Dari WA (WhatsApp) dapat informasi bahwa mereka dalam kondisi aman, mereka tenang. Sesuai rencana kontijensi WNI kita diminta berkumpul ke KBRI Kiev. Kami bekerja sama dengan beberapa perwakilan seperti KBRI Warsawa dan lain-lain telah menyusun rencana perlindungan WNI di sana," kata Judha dalam jumpa pers virtual, Kamis (24/2/2022).

Kini, ada 138 WNI yang sedang berdiam di Ukraina dan berlindung di bawah naungan KBRI, sembari menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah. DPR sebelumnya sudah meminta pemerintah segera mengevakuasi semua WNI yang ada di Ukraina. Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, meminta Kemlu RI menyiapkan rencana evakuasi. Hal ini untuk mengantisipasi krisis yang berkembang menjadi lebih buruk di negara tersebut.

"Saya juga meminta KBRI dan Kemlu (Kementerian Luar Negeri) untuk menyusun rencana kontingensi dengan KBRI di kota-kota lain seperti Warsawa, Bratislava, Bucharest, dan Moskow untuk memberikan perlindungan bagi WNI yang ada di sana," ujar Meutya.

Baca juga: Militer Ukraina Klaim Keberhasilan Menghalau Serangan Rusia

Dia menilai keselamatan WNI adalah hukum tertinggi yang mesti diupayakan secara sungguh-sungguh. Keselamatan WNI di Ukraina harus menjadi prioritas utama pemerintah Indonesia. "Kemlu harus memastikan para WNI ada di lokasi yang aman, tentunya dalam hal ini adalah KBRI kita yang ada di Kiev," jelasnya.

Sementara anggota Komisi I DPR RI, Helmy Faishal Zaini meminta pemerintah melalui Kemlu RI melakukan langkah protektif dan mitigatif kepada WNI yang berada di Ukraina. Helmy meminta pemerintah segera melakukan evakuasi dan memberikan perlindungan terhadap 138 WNI yang kini berada di Ukraina.

"Ada 138 WNI yang tinggal di Ukraina. Dalam situasi yang sangat tidak aman pasca serangan Rusia atas Ukraina, kita berharap pemerintah RI melalui Kemenlu, bisa segera melakukan evakuasi dan perlindungan kepada saudara-saudara kita," kata Helmy dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/2/2022).

Baca juga: Ibu dan Dua Anaknya Tewas dalam Kebakaran Rumah di Radio Dalam

Helmy menegaskan bahwa keselamatan WNI menjadi tanggung jawab bersama selain terus mengupayakan gencatan senjata dan perdamaian untuk Rusia dan Ukraina yang kini tengah berperang. Sementara itu Komisi I DPR RI dikatakannya, melakukan komunikasi intensif dengan pihak Kemenlu untuk mencari langkah strategis. "Guna mengupayakan solusi terbaik bagi WNI yang berada di Ukraina," ujarnya.

Di sisi lain kondisi di Ukraina juga masih mencekam. Pertempuran terjadi di sejumlah lokasi. Pasukan Rusia bahkan mulai bergerak masuk ke Kiev. Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyatakan pertempuran telah terjadi di jalanan Kota Kiev. Kemendagri Ukraina memperingatkan warga sipil agar berhati-hati. "Pertempuran aktif sedang terjadi di jalan-jalan kota kami. Harap tetap tenang dan berhati-hati mungkin!," demikian pernyataan Kementerian di akun Facebook mereka.

Dalam pertempuran kemarin satu gedung di Kiev dikabarkan dihantam proyektil pasukan Rusia. Sebuah video yang dibagikan departemen media Kantor Kepresidenan Volodymyr Zelensky menunjukkan rudal meledak di sebuah apartemen pribadi. Ledakan itu menyebabkan puing-puing berserakan dan asap mengepul di dalam ruangan.

Baca juga: Seorang Marinir Ukraina Relakan Jiwa dan Raga untuk Hambat Pasukan Rusia

Dikutip dari The Guardian, apartemen tersebut berlokasi di Lobanovsky Avenue 6 di area pusat kota Kiev. Bagian luar gedung yang terkena serangan rudal tersebut tampak rusak parah. Menurut Badan Kedaruratan Ukraina, rudal yang menghantam gedung itu adalah milik Rusia. Penasihat Kementerian Dalam Negeri Ukraina mengabarkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. (tribun network/ras/mam/dod)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved