Virus Corona

Klinik Tes Antigen dan PCR Covid-19 di Pondok Aren Sepi Pengunjung saat Kasus Covid-19 Turun

Pemerintah Indonesia mulai memberlakukan kebijakan berpergian menggunakan kendaraan umum tanpa surat hasil tes antigen atau tes PCR Covid-19.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Intan Ungaling Dian
Tribun Tangerang/Rizki Amana
Klinik swab test antigen dan PCR Covid-19 di Ruko Emerald Boulevard, Parigi, Pondok Aren, Kota Tangsel, Selasa (8/3/2022). Di klinik ini terjadi penurunan permintaan tes antigen dan PCR Covid-19. 

TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN - Pemerintah Indonesia mulai memberlakukan kebijakan berpergian menggunakan kendaraan umum tanpa surat hasil tes swab antigen atau tes PCR Covid-19.

Kebijakan itu berlaku bagi masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama dan dosis kedua.

Namun, kebijakan baru itu berdampak terhadap Klinik Swab Test Antigen dan PCR di Jalan Jombang Raya, Parigi, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Seperti di klinik tes antigen di Ruko Emerald Boulevard, Parigi, Pondok Aren, terjadi penurunan permintaan tes antigen atau PCR.

Menurut salah seorang petugas laboratorium klinik tersebut, Diaz (23), penurunan uji usap Covid-19 sudah terjadi beberapa hari terakhir ini. 

Baca juga: Suasana Terminal Tanjung Priok Tak Terpengaruh Penghapusan Syarat Tes Antigen Covid-19

Baca juga: Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Transportasi Udara tentang Pencabutan Syarat Swab Antigen Covid-19

Penurunan semakin tinggi di kliniknya setelah diberlakukan kebijakan tak diperlukannya surat hasil tes swab antigen dan PCR bagi individu yang akan melakukan perjalanan. 

"Untuk Imbasnya pasti ada dari sisi negatif ataupun positif," kata Diaz di Ruko Emerald Boulevard, Selasa (8/3/2022).

"Positifnya, Indonesia berarti sudah mulai pandemi kondusif. Dari sisi negatifnya untuk pemasukan (klinik) berkurang," katanya lagi.

Diaz menuturkan, penurunan  mulai terjadi pekan lalu seiring menurunnya kasus infeksi covid-19. 

Penurunan masyarakat yang melakukan uji usap atau tes swab antigen Covid-19 itu bisa mencapai puluhan orang dalam sehari.

Keadaan itu dibandingkan dengan gelombang penularan dan penyebaran yang terjadi pada awal tahun 2022 ini. 

"Untuk per harinya enggak menentu, tapi biasanya 30 orang. Untuk sepekan ini kita cuman nerima 10 orang, pokoknya kalau di grafik menurun sekali, hari ini saja baru dua orang," katanya. 

Diaz mengaku, saat ini klinik uji usap Covid-19 itu sedang melakukan peralihan fungsi menjadi klinik kesehatan umum saat terjadi penurunan kasus Covid-19.

 

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved