Virus Corona

TENAGA Lab Khawatir Kehilangan Mata Pencarian, Klinik Swab Antigen dan PCR di Pondok Aren Sepi

Tren penurunan penularan dan penyebaran infeksi covid-19 berimbas terhadap sepinya individu yang melakukan uji swab antigen maupun PCR.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Rizki Amana
Diaz (23) tenaga laboratorium di Klinik Swab Tes Antigen dan PCR Covid-19 di Ruko Emerald Boulevard, Parigi, Pondok Aren, Kota Tangsel. 

TRIBUNTANGERANG.COM, PONDOK AREN -- Tren penurunan penularan dan penyebaran infeksi covid-19 berimbas terhadap sepinya individu yang melakukan uji swab antigen maupun PCR.

Seperti halnya yang terjadi pada Klinik Swab Tes Antigen dan PCR Covid-19 di Ruko Emerald Boulevard, Parigi, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

"Untuk per harinya enggak menentu, tapi biasanya 30 orang. Untuk sepekan ini kita cuman menerima 10 orang, pokoknya kalau di grafik menurun sekali, hari ini saja baru dua orang," kata Diaz (23) selaku petugas laboratorium Klinik Swab Tes Antigen dan PCR Covid-19 itu kepada Tribuntangerang.com saat ditemui di lokasi, Pondok Aren, Kota Tangsel, Selasa (8/3/2022).

Anak muda lulusan salah satu akademi keperawatan di kawasan Banyumas, Jawa Tengah itu mengaku memiliki rasa kekhawatiran di tengah mulai sepinya individu yang melakukan uji usap covid-19 tersebut. 

Dirinya khawatir sepinya uji usap covid-19 yang dilakukan berimbas terhadap penurunan pendataan klinik hingga mengancam pekerjaannya. 

Baca juga: Bupati Tangerang Terima 4.000 Reagen PCR dari Perumdam TKR

Baca juga: Tak Pernah Tes PCR, Jamaludin dinyatakan Terpapar Covid-19, RS Akui Keliru Input Data

"Kalau dibilang takut kehilangan pekerjaan takut. Tetapi kita berpikir positif saja," ungkapnya. 

Meski dihantui rasa ketakutan akan kehilangan mata pencahariannya, pemuda lulusan keperawatan itu tetap memiliki motivasi untuk dapat terus berkarir di bidang kesehatan. 

Sebab, Klinik tempat ia bekerja saat ini telah mengatur konsen berjalannya usaha di tengah terancamnya bisnis swab test antigen dan PCR covid-19. 

Ditambah, dirinya yang merupakan lulusan sekolah keperawatan dapat mencari pekerjaan pada bidang kesehatan lainnya jika klinik tersebut tak lagi beroperasi. 

Baca juga: Tes PCR akan dilakukan pada Pasien yang Berobat dengan Gejala Influenza di RS se-Kota Tangerang

"Untuk pemberhentian belum ada informasinya. Tapi saya percaya karena sudah punya basic sebagai perawat dan bisa menjalankan tugas perawat semestinya," ungkapnya. 

Tak mau bergelut dengan rasa kekhawatiran akan kehilangan mata pencahariannya, ia yang telah bekerja selama 4 bulan itu pun mengungkapkan kisah suka dukanya sebagai petugas uji usap covid-19 tersebut. 

Saat menjalani tugasnya itu, Diaz kerap dihadapi dengan sejumlah permintaan yang mendesak dari para pasiennya. 

Bahkan, tak jarang para pasien merongrong dirinya untuk mengeluarkan hasil uji usap yang dijalaninya secara kilat. 

Baca juga: Pemkot Tangerang Gratiskan Tes PCR di Puskesmas Bagi Warga Bergejala Covid-19

Hal itu terjadi ramainya masyarakat yang memburu klinik uji usap di tengah meningkatnya tren penularan dan penyebaran infeksi covid-19. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved