Tangerang Raya

Universitas Muhammadiyah Tangerang Pecat Dosen Teater yang Diduga Pelaku Pelecehan Seksual

UMT pecat sementara atau skors dosen berinisial SB lantaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

Tribun Tangerang/Gilbert Sem Sandro
Kepala Biro Humas Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Ahmad Nasuhi saat ditemui di Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Kota Tangerang, Rabu (23/3/2022). Dia mengatakan, dosen tidak tetap di UMT yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswa telah dipecat. 

TRIBUNTANGERANG.COM, TANGERANG - Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pecat sementara atau skors dosen berinisial SB lantaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi.

Kepala Biro Humas Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ahmad Nasuhi mengatakan, SB diberhentikan selama enam semester atau tiga tahun.

SB diduga melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswi dari Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Ilmu Pendidikan.

"Kami pihak Rektorat UMT memutuskan memberi skorsing kepada SB untuk tidak mengajar selama enam semester atau tiga tahun karena diduga melakukan perbuatan tidak terpuji," ujar Ahmad Nasuhi saat diwawancara Tribuntangerang.com, Rabu (23/3/2022).

"Tindakan tidak terpuji yang diduga dilakukan oleh SB ini dilakukan kepada salah satu mahasiswi kami jurusan PGSD," ujarnya lagi.

Baca juga: Wanita yang Menuduhnya Lakukan Pelecehan Seksual Minta Maaf, Gofar Hilman Ikhlas Memaafkan

Baca juga: Angie Ang Minta Perempuan dan Laki-laki Berani Bicara soal Pelecehan Seksual

Nasuhi menjelaskan, kronologi dugaan pelecehan seksual tersebut bermula saat mahasiswi semester empat itu mengikuti praktik mata kuliah teater, awal Maret 2022.

Mata kuliah teater merupakan mata kuliah pilihan bagi mahasiswa yang diajar SB.

Saat praktik teater tersebut, SB diduga menyentuh area sensitif yakni dada dan bokong dari mahasiswi itu

"Awalnya saat praktik mata kuliah teater, mahasiswi ini merasa mendapat perlakuan tindak asusila karena SB menyentuh area sensitif tubuhnya."

"Mungkin saat itu lagi praktik gerakan teater apa gitu, kalau detailnya enggak tau," kata dia.

Menurut Nasuhi, kejadian itu di luar kampus karena kampus UMT belum menerapkan sistem pembelajaran tatap muka (PTM).

Tidak terima atas perlakuan SB, mahasiswi itu melayangkan surat pengaduan kepada pihak UMT.

Kemudian, pihak rektorat langsung bergerak cepat dan memberi sanksi terhadap SB larangan mengajar selama satu semester.

Namun, sanksi awal yang diberikan pihak rektorat tersebut dinilai tidak sesuai perlakuan SB.

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved