Vaksinasi Covid19

Vaksinasi saat Berpuasa, Disarankan Pilih Waktu Mendekati Waktu Berbuka untuk Meminimalisir KIPI

Menurut dr. Reisa, sebenarnya KIPI ini merupakan gejala yang wajar, tak hanya pada saat vaksinasi Covid-19 saja, tapi juga terjadi pada vaksinasi lain

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Lilis Setyaningsih
Twitter@BNPB_Indonesia
Reisa Broto Asmoro 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA - Vaksinasi booster terus digenjot oleh Pemerintah.

Apalagi kini Pemerintah mengizinkan masyarakat mudik Lebaran tahun ini dengan syarat sudah divaksinasi lengkap dan vaksin booster.

Selain tentu saja juga menerapkan protokol kesehatan ketat.

Aturan ini pun membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi sentra vaksinasi untuk dilakukan vaksinasi booster. 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro mengatakan, bahwa vaksinasi booster memang menjadi syarat untuk masyarakat bisa melakukan perjalanan  dalam negeri yang diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 16 Tahun 2022 tentang Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh Satgas Penanganan Covid-19.

“Yang diatur dalam SE ini adalah tiap pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) individu yang melakukan perjalanan yang menggunakan transportasi umum maupun pribadi berlaku ketentuannya, yakni yang sudah vaksinasi dosis ketiga atau booster tidak wajib menunjukkan hasil tes PCR atau antigen, tapi kalau PPDN sudah dapat vaksinasi kedua ini wajib menunjukkan hasil negatif test antigen yang hasilnya 1x24 jam atau hasil negatif PCR yang sampelnya diambil 3x24 jam sebelum keberangkatan,” ungkap dr. Reisa dalam siaran sehat Radio Kesehatan, Senin (4/4/2022).

Baca juga: Capaian Dosis Booter Vaksinasi Covid-19 di Kota Tangsel Masih Sebesar 25 Persen

Dalam SE tersebut, lanjut dr. Reisa juga diatur bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif PCR yang sampelnya 3x24 jam sebelum keberangkatan.

“Untuk itu, bagi masyarakat yang saat ini mau melakukan perjalanan dalam negeri seperti mudik lebaran, syaratnya memang harus sudah divaksin Covid-19 baik yang sudah lengkap dan juga booster,” ucapnya.  

Dr. Reisa menyarankan bagi masyarakat yang sudah memiliki undangan untuk bisa vaksin booster segera melakukan vaksin booster.

Lantas, bagaimana jika jadwal vaksinasi booster Covid-19 bertepatan saat menjalankan puasa?

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved