Ramadan 2022

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Mulai Berpuasa Saat 4 Tahun, Usia 6 Tahun Sampai Magrib

Ariza mengatakan, hal menarik dari puasa bulan Ramadan adalah kebersamaan bersama keluarga dan teman seru membangunkan sahur buka dan tarawih bersama

Tribun Tangerang/Yolanda Putri Dewanti
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengenang masa kecilnya saat menjalankan ibadah puasa bersama dengan keluarga. 

TRIBUNTANGERANG.COM, JAKARTA -- Momen berpuasa di bulan Ramadan dengan segala aktivitas selama sebulan penuh, kerap jadi kenangan indah saat dewasa.

Begitu juga yang dialami Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

Ia mengenang masa kecilnya saat menjalankan ibadah puasa bersama dengan keluarga, dari soal makanan favorit hingga semangat menjalankan puasa saat kecil. 

Orang nomor dua di DKI Jakarta ini telah belajar berpuasa sejak usia 4 tahun, dan diusia 6 sudah full hingga magrib.

Baca juga: RAISA Ungkap Alasannya Ajarkan Puasa Sejak Dini kepada Putrinya yang Kini 3 Tahun

Saat berusia 4 tahun, pria yang karib disapa Ariza itu mulai menjalankan ibadah puasa, namun tidak tuntas hanya setengah hari saja.

"Seperti umumnya anak kecil lainnya puasa saya pertama kali kurang lebih 4 tahunan. Namun siangnya sudah batal karena tidak kuat saya pun minta batalin minum dan makan ke orangtua," ucap Ariza kepada Wartakotalive.com, Jumat (8/4/2022).

Sedangkan, pada usia 6 tahun pria kelahiran Banjarmasin ini mulai belajar puasa penuh satu hari. Saat jelang buka puasa, Ariza sangat bahagia bisa menikmati makanan enak setelah menahan haus dan rasa lapar.

"Sedangkan puasa tuntas sampai maghrib saya mulai di usia 6 tahun. Saya senang sekali saat berbuka puasa karena banyak makanan dan minuman yang enak-enak itu pengalaman yang tak terlupakan di masa kecil," jelas Ariza.

Baca juga: Kurma dan Gorengan dengan Sambal Kacang jadi Menu Andalan Berbuka Puasa Benyamin Davnie

Sedari kecil, menu kesukaan Ariza untuk berbuka puasa yakni kurma, kolak, siomay, dan teh hangat.

"Yang pasti tidak pernah ketinggalan adalah kurma , kolak, dan teh hangat biasa ditambah siomay dan baru makan nasi setelah tarawih," ucap Ariza.

Momen sahur, buka puasa, dan tarawih bersama dengan keluarga serta teman-teman menjadi suatu hal yang tidak bisa dilupakan dan akan selalu dikenang bagi ayah tiga anak ini.

"Yang nggak kalah menarik dari puasa bulan Ramadan adalah kebersamaan bersama keluarga dan teman seru membangunkan sahur buka dan tarawih bersama," jelas dia. (m27)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved